Terduga Teroris Ditangkap Densus Saat Jual Dawet di Kalasan

MERAPI-SAMENTO SIHONO Lokasi penangkapan JA yang digunakan untuk jualan es dawet.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Lokasi penangkapan JA yang digunakan untuk jualan es dawet.

KALASAN (MERAPI)- Densus 88 Antiteror Mabes polri kembali mengamankan seorang terduga pelaku teror di Sleman. Setelah sebelumnya pengusaha ayam bakar, kali ini Densus 88 menangkap seorang penjual dawet, yakni JA (40) di Dusun, Keniten, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Rabu (18/7) petang. Hingga Kamis (19/7), belum ada keterangan resmi dari polisi apalah JA terkait dengan pelaku yang sebelumnya ditangkap atau tidak.
JA diamankan saat membantu adiknya berjualan dawet di jalur utama Yogya-Solo. Usai melakukan penangkapan, Tim Densus 88 langsung menggeledah rumah JA yang berada di Dusun Karangmojo Tamanmartani Kalasan. Dari dalam rumah JA, petugas mengamankan beberapa barang bukti di antaranya pedang dan buku-buku.
“JA sebenarnya asli Keniten, namun selama ini tempat tinggalnya di Karangmojo, Kalasan yang jaraknya sekitar satu kilometer dari tempat jualannya. Rumah itu milik simbahnya,” kata Riyanto, ketua RW setempat kepada wartawan, Kamis (19/7).

Riyanto mengaku tidak tahu secara persis tentang penangkapan itu. Pasalnya ia hanya diminta oleh petugas untuk menjadi saksi saat pengeledahan berlangsung. “Saya dipanggil untuk menjadi saksi pukul 14.30 WIB, pengeledahan berlangsung singkat,” katanya.
Dalam penggeledahan itu, petugas mengamanan pedang, buku-buku dan juga handphone istri JA. Penggeledahan juga disaksikan istri JA dan 3 anaknya.
Sukardi salah seorang tetangga JA menjelaskan, dalam kesehariannya, tak ada yang aneh dari perilaku JA. “Namun dia memang sedikit tertutup,” ujar Sukardi. Dia menambahkan, jika diundang untuk acara kenduri dan tahlilalan, JA selalu tidak mau datang, meski untuk hal lainnya tetap mengikutinya.
Adik kandung JA, Nurhadi menjelaskan, pihaknya sudah curiga kakaknya mengikuti jaringan teroris sejak empat tahun yang lalu. Kendati demikian Nurhadi mengaku tidak aneh lagi ketika kakaknya akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Sejak empat tahun lalu, mulai ada yang beda dari kakak saya. Kadang suka ngajak ngobrol tentang jihad, malah seolah-olah mendoktrin saya,” jelas Nurhadi.
Namun sampai saat ini, Nurhadi mengaku tidak tahu terkait jaringan mana yang diikuti oleh kakaknya. Ia mengatakan, di rumah kakaknya banyak buku-buku terkait jihad, namun ia tidak mengetahui secara persis mengenai buku tersebut.
“Sudah dua tahun ini saya tidak pernah mengobrol lagi, bahkan tidak bertegur sapa sama sekali. Ketika ketemu, hanya ketemu saja,” ungkapnya.
Menurutnya, keluarga sudah pasrah terkait ditangkapnya JA, karena keluarga sudah mengingatkan. Dikatakan Nurhadi, JA punya lima saudara. Dia anak kedua, sedangkan Nurhadi anak keempat.
Nurhadi menambahkan, kakaknya diamankan oleh pihak kepolisian pada sekitar pukul 13.00 WIB ketika dalam perjalanan mencari makan.

Sementara itu Siti (30) istri JA saat ditemui menjelaskan bahwa dirinya yakin kalau suaminya tidak terlibat jaringan teroris. Siti berharap suaminya bisa segera pulang agat bisa berkumpul dengan keluarga seperti semula. “Harapan bisa segera pulang, pingin ketemu lagi, karena saya yakin suami saya tidak terlibat apa-apa,” pungkasnya.
Hingga kemarin, belum ada keterangan resmi dari polisi apakah JA juga terkait dengan beberapa penangkapan di Yogya atau tidak. termasuk dengan penanglapan IS, seorang pengusaha ayam bakar di Jalan perumnas, Seturan. (Shn)

 

Read previous post:
KEKERINGAN GUNUNGKIDUL MELUAS – Sebulan BPBD Dropping Air 624 Tangki

WONOSARI (MERAPI) - Memasuki bulan Juli 2018 ini, dampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul saat ini sudah semakin meluas. Tidak hanya

Close