IKM Karang Guna Taruna Dibantu Peralatan Mozaik Batu Alam

Dinas Perdagangan Kulonprogo meninjau aktivitas produksi Karang Guna Taruna Lendah. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Dinas Perdagangan Kulonprogo meninjau aktivitas produksi Karang Guna Taruna Lendah. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

LENDAH (MERAPI) – Dinas Perdagangan Kulonprogo siap memberikan bantuan satu set alat pembuatan mozaik batu alam bagi Industri Kecil Menengah (IKM) Karang Guna Taruna, Kecamatan Lendah dalam waktu dekat ini. Bantuan peralatan yang diberikan terdiri atas alat potong, molen dan sortir dengan nilai total Rp 60 juta.

Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perdagangan Kulonprogo, Dewantoro menyampaikan, akhir Juli ini program pemberian bantuan alat pembuatan mozaik batu alam masuk tahapan lelang. Setelahnya, bantuan akan langsung diberikan kepada IKP Karang Guna Taruna.

“Alatnya satu set terdiri dari pemotong batu, molen dan sortir. Mudah-mudahan bisa bermanfaat dalam perkembangan usahanya,” kata Dewantoro saat meninjau aktivitas produksi IKM Karang Guna Taruna, Rabu (18/7).

Selama ini, menurut Dewantoro, perkembangan IKM Karang Guna Taruna berada dalam pengawasan Dinas Perdagangan. Produk yang dihasilkan berupa mozaik batu alam, dinilainya cukup unik tanpa memiliki standar khusus.

“Yang perlu diperhatikan adalah kerapiannya, tidak membahayakan. Penataan batu alam harus rata, jangan ada yang lancip,” imbuhnya.

Pascapemberian bantuan alat, diharapkan produk yang dihasilkan IKM Karang Guna Taruna lebih variatif. Motif-motifnya bisa dikembangkan, sehingga penyusunan potongan batu alam disesuaikan dengan corak yang diinginkan konsumen. “Kalau sekarang ini masih sembarang,” terang Dewantoro.

Rencana pemberian bantuan alat dari Dinas Perdagangan Kulonprogo disambut gembira oleh IKM Karang Guna Taruna. Penanggungjawab IKM, Ganis Septian Ndaru mengatakan, pemberian bantuan tersebut merupakan jawaban dari permohonan yang disampaikan pihaknya kepada Pemkab, 2017 lalu. Kepemilikan alat pemotong dan penyortir batu, menurut Ganis memang sangat penting dalam proses produksi mozaik batu alam.

“Selama ini, bahan baku yang kita gunakan merupakan batu alam potongan dari daerah lain. Kita tidak bisa motong sendiri karena belum punya alatnya. Proses sortirnya juga masih manual,” kata Ganis.

Jika nanti bantuan alat sudah diterima, Ganis bertekad untuk menggunakan batu alam asli Kulonprogo demi mengangkat potensi daerah. Batu alam tersebut kemudian dipotong sesuai corak yang diminta konsumen.

“Kalau beli sendiri (alatnya) mahal, kita nggak berani. Kami berterimakasih atas perhatian dari Dinas Perdagangan. Terlebih selama ini, juga sudah ada pendampingan, pelatihan dan bantuan modal berupa peralatan yang kami terima,” jelasnya. (Unt)

Read previous post:
Pemilu Legislatif di Kulonprogo, Gunungkidul dan DIY Tanpa PKPI

UMBULHARJO (MERAPI) - Sampai batas waktu yang ditetapkan pada Selasa (17/7) pukul 24.00 WIB hanya 15 partai politik yang mendaftarkan

Close