DIDUGA KARENA SALAH PAHAM-Sopir Taksi Online Dipukuli Penumpang Mabuk

MERAPI-SUKRO RIYADI Korban Junianto saat menjalani pemeriksaan di Reskrim Polres Bantul.
MERAPI-SUKRO RIYADI
Korban Junianto saat menjalani pemeriksaan di Reskrim Polres Bantul.

BANTUL (MERAPI)- Seorang sopir taksi online, Junianto Efendi (25) warga Jalan Gejayan Gang Menur Depok Sleman terluka di bagian wajah setelah dijotos penumpangnya di Jalan Gedongkuning Banguntapan Bantul, Selasa (17/7) dinihari. Diduga, aksi penganiayan itu disebabkan karena salah paham setelah salah satu penumpang mabuk.
Korban Junianto kemudian melapor ke Polres Bantul. Usai diperiksa polisi, korban mengatakan, kasus pemukulan tersebut terjadi di Jalan Gedongkuning Rejowinangun Banguntapan Bantul sekitar pukul 04.00. Sebelum peristiwa terjadi, korban mendapat order taksi dari konsumen di daerah Seturan Depok Sleman. Namun setelah sampai Seturan, ternyata konsumen tersebut tidak ada.
Selanjutnya korban mengubungi lewat saluran telepon dan diketahui konsumennya itu berada di sebuah kafe tidak jauh dari Seturan. “Saat di telepon, salah satu penumpang saya mengatakan jika temannya mabuk alkohol,” ujar Junianto.

Sesuai dengan orderan awal, korban kemudian membawa dua konsumennya itu ke titik tujuan di daerah Jalan Gedongkuning dekat Ayam Goreng Suharti. Sesampainya di Gedongkuning, korban meminta agar dua penumpangnya itu turun karena sudah sampai titik pengantaran. Namun salah satu pelaku masih ngotot tidak mau turun dan minta diantarkan ke rumahnya.
Korban sudah menjelaskan bahwa sesuai aturan, pelaku diminta turun dulu dan kemudian baru order lagi ke rumahnya. Rupanya penjelasan sopir itu membuat pelaku emosi dan mengumpat dengan kata kotor. Tidak hanya itu, ketika turun, pintu mobil juga dibanting. “Setelah pintu mobil dibanting timbul keributan. Pelaku memukuli saya,” ujar Junianto.

Korban pun tak mampu melawan. Dia terkena pukulan di bagian wajah hingga luka lebam. Usai menganiaya korban, kedua pelaku pun pergi.
Dijelaskan, dalam mobil itu, konsumen berjumlah dua orang. “Satu orang sebagai pengorder dan seorang lagi rekannya yang mabuk,” ujar dia. Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo SIK yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi masih mengembangkan keterangan korban dan saksi. (Roy)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KARTUN – 18 Juli 2018

Close