KONKURS PERKUTUT PAKU ALAM CUP – Melodi Cinta Juara Dewasa Senior

MERAPI-SULISTYANTO Kung mania antusias menonton konkurs (lomba) perkutut Paku Alam Cup.
MERAPI-SULISTYANTO
Kung mania antusias menonton konkurs (lomba) perkutut Paku Alam Cup.

PERKUTUT bernama Melodi Cinta berhasil moncer setelah menjadi juara I kelas senior dalam laga bergengsi konkurs atau lomba besar seni suara alam perkutut KGPAA Paku Alam Cup VI di Alun-alun Selatan Kraton Yogyakarta, Minggu (15/7) lalu. Perkutut milik H Jay/H Rayhan asal Binuang Kalimantan Selatan ini menjadi kian mahal harganya, banyak diincar kung mania baik untuk lomba maupun ditangkarkan.

Masih di kelas yang sama, perkutut bernama Leysus milik Cakrawala Team asal DKI Jakarta berhasil menjadi juara II dan Bongkas milik Iqbal asal Pasuruan juara ketiga. Selain kelas dewasa senior yang terdiri dari dua blok, pada konkurs ini juga dilagakan kelas dewasa yunior (tiga blok), piyik yunior (tiga blok) dan piyik hanging (tiga blok). Sejumlah tamu undangan maupun kung mania antusias ikut menonton dari babak pertama sampai terakhir (keempat).

“Khusus kelas hanging, yakni perkutut yang masih anakan dengan bulu masih kecokelatan cukup digantang layaknya lomba burung berkicau,” jelas Ketua Panitia Konkurs Perkutut Paku Alam Cup VI, PM Suyanto saat ditemui di sela-sela konkurs.

Suyanto yang juga Ketua Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) DIY menambahkan, kung mania dari berbagai daerah selalu antusias membawa perkutut-perkutut kelas lomba dalam even tahunan ini. Sembari menunggu penjumlahan nilai, biasa juga digelar lelang perkutut berasal dari peternak-peternak perkutut ternama di Indonesia. Pada akhir lomba dilaksanakan pembagian aneka doorprize menarik dengan doorprize utama sepeda gunung. Lain halnya saat piala Raja, doorprize utamanya satu unit sepeda motor.

“Dengan adanya lomba seperti ini akan mampu memotivasi pelestarian perkutut serta meningkatkan kualitas suara perkutut-perkutut kelas lomba,” tandasnya.

Tampak hadir sejumlah tamu undangan dalam even ini, antara lain sesepuh P3SI DIY GBPH H Prabukusumo SPsi, KPH Kusumo Parastho (mewakili KGPAA Paku Alam X) dan Sekretaris Dinas Pariwisata DIY Rose Sutikno SH MM. Tamu undangan ini serta sebagian panitia ikut melepaskan burung perkutut di tengah lapangan sebelum lomba dimulai.

Adapun perkutut juara I sampai III kelas dewasa yunior, yaitu Gunung Mas – H Udin Ansar (Banjarmasin), Presiden – Wijaya (Surabaya) dan Najwa – H Tohir (Gresik). Juara I sampai III kelas piyik yunior, Satria Wibawa – H Jaja (Semarang), Den Brafo-Andri (Paiton) dan Mercedes – Team AMF (Surabaya). Sedangkan juara I sampai III kelas hanging, yakni Super Rossi – Anton (Blitar), Suzana – Fery (Yogya) dan Begjo – H Maryono/Bagyo (DKI Jakarta). (Yan)

 

Read previous post:
TANGKAPAN NELAYAN SEPI – Gunungkidul Datangkan Ikan dari Pantura

WONOSARI (MERAPI) – Tingginya gelombang laut dampak siklus tahunan menyebabkan ketersediaan komoditas ikan laut di sejumlah pasar Kabupaten Gunungkidul terpaksa

Close