BERSEDIA DIRELOKASI JELANG EKSEKUSI-5 Warga Penolak Bandara Berubah Pikiran

MERAPI-AMIN KUNTARI Bupati Hasto saat peresmian Balai Pemberdayaan Masyarakat.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Bupati Hasto saat peresmian Balai Pemberdayaan Masyarakat.

TEMON (MERAPI) – Relokasi warga penolak yang masih bertahan di area pembangunan Bandara NYIA, Kecamatan Temon, Kulonprogo tinggal hitungan hari. Jelang pelaksanaannya, sebagian warga disebut telah menemui Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menyatakan kesediaan untuk pindah ke tempat relokasi magersari.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Hasto dalam peresmian Balai Pemberdayaan Masyarakat di Desa Palihan Kecamatan Temon, Senin (16/7). Dikatakannya, pelaksanaan relokasi warga penolak tidak lagi dalam hitungan minggu, tetapi hitungan hari.
“Rencana pengosongan lahannya, secepatnya. Bukan hitungan minggu lagi, tetapi hari,” tegasnya.
Saat ini, pembangunan Bandara NYIA telah masuk tahap konstruksi fisik sehingga dalam teknis relokasi warga pihaknya tidak akan membuat tahapan yang memperpanjang waktu. Sejumlah pihak dilibatkan dalam pelaksanaan relokasi yang berlangsung simultan (bersamaan tanpa saling menunggu) dan cepat.

Hasto mengungkapkan, sejumlah warga penolak sudah berubah pikiran jelang pelaksanaan relokasi ini. Mereka yang menyatakan diri sebagai utusan warga, telah datang menemuinya dan menyatakan kesediaan untuk pindah di tempat relokasi magersari.
“Dua hari lalu, ada utusan yang datang menemui saya bahwa lima warga ngersakke rumah di magersari dan bersedia pindah. Saya bilang, aduh maturnuwun sanget, terimakasih sekali,” ucapnya.
Bupati Hasto pun berjanji, permintaan pindah lima warga ini akan segera direalisasikan. Hingga kini, pihaknya masih terus menawarkan upaya persuasif dalam relokasi, dan berharap pelaksanaan pengosongan lahan di akhir waktu bisa berjalan lancar tanpa ada halangan apapun.

“Kita sempurnakan ikhtiar di sisa waktu yang ada ini harus optimal dan maksimal. (Pemerintah) pusat juga mendorong kita untuk bekerja sebaik-baiknya,” kata Bupati Hasto.
Direktur PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi menambahkan, saat ini pembangunan bandara sudah memasuki kegiatan konstruksi sehingga tidak ada waktu lagi untuk mundur. Terlebih, pihaknya juga menerima banyak desakan dari masyarakat pendukung untuk segera melaksanakan pembangunan Bandara NYIA.
“Desakan untuk mempercepat pembangunan Bandara NYIA lebih banyak dari yang menolak. Semaksimal mungkin, dampak negatif diminimalkan,” katanya.

Menurut Faik Fahmi, persoalan relokasi warga penolak bukan hanya ditangani PT Angkasa Pura I. Pihaknya melibatkan stakeholder terkait seperti konsultasi dengan Komnas HAM, Ombudsman dan sebagainya.
Terkait Balai Pemberdayaan Masyarakat, dibangun untuk membantu masyarakat dalam serapan tenaga kerja. Gedung ini mampu menampung 35 orang per kelas, dilengkapi fasilitas belajar mengajar yang memadai.
“Pembangunannya didanai PT Angkasa Pura I senilai Rp 550 juta untuk pusat pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan pemerdayaan dalam pengembangan pariwisata juga pendukung konstruksi bandara. Ini akan menjadi solusi efektif dalam mengembangkan ketrampilan dan potensi warga dalam meningkatkan daya saing untuk menyambut bandara baru,” urainya. (Unt)

Read previous post:
10 INSAN OLAHRAGA DIY TERLIBAT – Api Obor Asian Games Mendarat di Yogya

  YOGYA (MERAPI) - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat kesempatan berharga ketika menjadi tempat singgah pertama api obor Asian Games

Close