TERORIS DISERGAP DI JAKAL-Bajak Truk, Sandera Warga, Ditembak Mati

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kondisi rumah Sulis yang disandera teroris rusak usia penyergapan yang dilakukan anggota densus.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kondisi rumah Sulis yang disandera teroris rusak usia penyergapan yang dilakukan anggota densus.

NGAGLIK (MERAPI)-  Tiga orang teroris ditembak mati petugas Densus 88 Mabes Polri dalam penyergapan di Jalan Kaliurang KM 10 Gondangan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (14/7) petang. Polisi melakukan tindakan tegas setelah para teroris menyerang anggota Densus, membajak truk hingga menyandera warga saat hendak disergap.
Hingga Minggu (15/7), satu teroris yang disergap masih kabur. Polisi belum menyampaikan keterangan terkait identitas para pelaku. Namun, polisi memastikan keempat pelaku terkait dengan penangkapan terduga teroris di Sleman dan Bantul pada pekan lalu.
Informasi yang dikumpulkan di lokasi kejadian menyebutkan, awalnya polisi menguntit empat anggota jaringan teroris yang naik dua motor di Jalan Kaliurang. Sesampainya di Depan Kantor Kecamatan Ngaglik, polisi berusaha menyergap mereka. Namun para pelaku justru melawan. Dua orang berusaha melukai polisi dengan senjata tajam dan senjata api hingga terjadi duel. Kemudian, dua orang lain kabur terpisah. Satu pelaku kabur naik motor, kemudian satu pelaku membajak truk yang terparkir di pinggir jalan.

Tak berapa lama, truk yang dibajak pelaku melaju kencang. Diduga karena panik, pelaku tak bisa menguasai truk hingga menabrak rumah warga. Usai menabrak rumah, pelaku kebingungan hingga menyandera seorang warga, Sulis Khusnul Qotimah (35). “Kakak ipar saya disandera bahkan dikalungi clurit oleh pelaku. Beruntung saat pelaku lengah, kakak saya bisa lari, namun sempat terjatuh sebelum berhasil diselamatkan,” kata kerabat korban, Biworo. Dijelaskan Biworo, saat kakak iparnya berhasil menyelamatkan diri itu, dua polisi datang dan langsung menembak mati pelaku.
Saksi mata lainnya adalah Purwadi. Dia merupakan penjaga keamanan Kantor Kecamatan Ngaglik yang berada persis di depan lokasi penembakan. Saat kejadian itu, Purwadi tengah bertugas jaga. Dia mengatakan, jelang waktu Magrib mendengar suara motor jatuh. Kemudian ia keluar dari kantor kecamatan untuk memberikan pertolongan.
Sesampainya di lokasi, ia melihat dua orang terlibat duel dengan anggota polisi. Satu orang pelaku berusaha merebut pistol petugas. Namun petugas dengan sigap menembak pelaku. “Meski sudah tertembak, pelaku berusaha melarikan diri sebelum dihabisi oleh petugas dengan tembakan berikutnya,” ujar Purwadi.

Meski satu pelaku sudah ditembak mati, kata dia, pelaku lain masih melawan. Bahkan dia menyerang petugas dengan menggunakan pedang. Pelaku terus menyerang petugas dengan membabi buta, hingga akibatnya dua orang anggota Densus terluka. Akhirnya pelaku ditembak oleh petugas sebanyak tiga kali hingga tewas.
“Awalnya saya kira itu kecelakaan, tapi setelah keluar ternyata ada orang berkelahi. Tidak tahu kalau teroris dengan polisi, kemudian saya lari ke selatan untuk mengalihkan arus lalu lintas setelah ada tembakan,” beber Purwadi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal membenarkan bahwa anggota Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri menembak mati tiga orang terduga teroris di Jalan Kaliurang KM 10 Sleman. Iqbal mengungkapkan ketiga terduga teroris itu melakukan perlawanan dan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis parang serta senjata api terhadap petugas. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa empat bilah parang, sepucuk senjata api jenis revolver, dan amunisi peluru tajam
Hingga kemarin, tiga jasad pelaku masih berada di RS Bhayangkara Polda DIY. Sedangkan satu pelaku yang kabur naik motor masih diburu.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menyatakan, keempat pelaku yang disergap di Jalan Kaliurang berkaitan dengan penangkapan empat tersangka teroris sebelumnya di Bantul dan Sleman.
“Ketiganya sudah dipantau pergerakannya. Namun, saat akan dilakukan penangkapan, mereka melakukan perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam,” katanya.
Selama sepekan terakhir, anggota Densus 88 Mabes Polri memang gencar melakukan operasi penangkapan di Yogya. Diawali penggrebekan di Bedingin Wetan Sumberadi Mlati Sleman kemudian di Kasihan dan Pleret Bantul. Dari dua operasi itu, Densus sejauh ini sudah mengamankan 4 orang. (Shn)

 

Read previous post:
KARTUN – 16 Juli 2018

Close