25 Persen SD Negeri Tak Penuhi Kuota

UMBULHARJO (MERAPI) – Tidak semua SD negeri di Kota Yogyakarta terpenuhi daya tampungnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019. Tak terpenuhinya daya tampung SD negeri yang menerapkan PPDB non Real Time Online (RTO) itu justru kalah dengan SD swasta.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta Rohmat mengutarakan, ada sekitar 25 persen SD negeri tidak memenuhi daya tampung dari 48 SD Negeri PPDB Non RTO. Sedangkan pada 41 SD negeri yang mengikuti PPDB RTO menyisakan sekitar 12 kursi siswa kosong. Pihaknya belum dapat memastikan penyebab tidak terpenuhinya daya tampung SD negeri itu.

“Kami belum ada data penyebab daya tampung SD negeri belum terpenuhi. Tapi kemungkinan karena sebagian masyarakat pilih ke SD swasta,” kata Rohmat, Minggu (15/7).

Menurutnya tidak terpenuhinya daya tampung SD negeri itu juga terjadi pada PPDB tahun lalu. Beberapa SD negeri yang tidak tidak terpenuhi daya tampung dalam PPDB tahun ini pernah mengalami hal serupa pada tahun lalu.
Beberapa SD negeri yang jumlah siswanya sedikit rencananya akan digabung atau diregrup dengan SD negeri terdekat. Ada dua SD negeri yang akan diregrup yakni SD Negeri Karangsari dengan SD Negeri Pilahan dan SD Negeri Suryodiningratan 3 dengan SD Negeri Suryodiningratan 1.

“SDN Karangsari itu sekolah kecil. Tahun ini saja hanya menerima tujuh siswa baru, sehingga akan kami regrup yang memungkinkan di SDN Pilahan,” ujarnya.

Sedangkan SD Suryodininratan 3 pada PPDB tahun ini sudah dikurangi penerimaan siswa baru menjadi 1 rombongan belajar (rombel). Pada PPDB tahun lalu SD itu menerima siswa baru untuk 2 rombel.

Dia menjelaskan hasil penggabungan SD negeri tersebut adalah bagian dari penataan SMP Negeri di Yogya selatan. Setelah SD Negeri Karangsari diregrup dengan SD Negeri Pilihan, bangunan SD yang berada di depan GL Zoo itu akan dimanfaatkan untuk SMP Negeri 14 Yogya. Sedangkan bangunan SD Negeri Suryodiningratan 3 akan digunakan untuk pengembangan SMP Negeri 13 Yogya.

“SD Negeri yang sudah proses regruping adalah SD Negeri Patangpuluhan dengan SD Negeri Sindurejan. Tinggal menyisakan kelas lima dan enam,” tambah Rohmat.

SD Negeri Patangpuluhan diregrup karena SD itu ditutup lantaran lokasi lahan di wilayah administratif Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul. Hal itu berkaitan saat otonomi daerah diberlakukan sejak tahun 2003, ada perbedaan pemetaan administasi daerah

Sebelumnya Kepala Disdik Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana menyatakan ke depan akan menambah jumlah rombel di SMP Negeri 13 dan SMP Negeri 10 Yogya. Langkah itu untuk pemerataan SMP negeri dan mendukung PPDB zonasi. Pada SMP Negeri 13 Yogya akan memanfaatkan potensi bangunan SD Negeri Suryodiningratan 3. Sedangkan di SMP Negeri 10 Yogya dengan memperluas bangunan sekolah secara vertikal atau lebih dari satu lantai. Selain itu akan menambah kursi siswa dengan menggeser SMP Negeri 14 Yogya ke Yogya selatan.

“Siswa SMP Negeri 14 Yogya yang ada kini akan digabung menjadi satu dengan SMP Negeri 12 Yogya. Izin sekolah SMP Negeri 14 akan kita geser ke Yogya selatan dengan memanfaatkan gedung SD Negeri Karangsari di Kotagede,” ucap Edy. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
FESTIVAL GHAZI SPORTINDO – BPJ dan RMF UNY Juara

  SLEMAN (MERAPI) - SSB BPJ dan Real Madrid Foundation (RMF) UNY sukses merebut juara dalam Festival Ghazi Sportindo. SSB

Close