SETO MINTA LUPAKAN KEKALAHAN – PSS Tepis Isu Jodi Balik

 

SLEMAN (MERAPI) – Manajemen PSS Sleman menepis isu hangat yang beredar di media sosial tentang kembalinya bek tengah Jodi Kustiawan ke Stadion Maguwoharjo. Bek tangguh yang musim lalu membela PSS itu sempat menulis status yang berisi kemungkinan pulang ke Laskar Sembada.

 

Dikonfirmasi soal adanya kabar itu, Manajer PSS, Sismantoro menegaskan kabar kembali direkrutnya bek yang kini membela Persela Lamongan itu sebagai gosip semata.

 

“Saya malah belum tahu je adanya kabar itu. Baru tahu ini, tapi itu cuma gosip karena belum ada pembicaraan tentang penambahan pemain baru termasuk pemain bersangkutan (Jodi),” kata Sismantoro kepada Merapi, Kamis (12/7) petang.

 

Awal mula beredarnya gosip tersebut setelah banyak respon tentang status Jodi yang berbunyi ‘Jika memang jalannya harus balik mungkin itu solusi yang terbaik’ di akun @jodikustiawan. Spekulasi kian kencang ketika banyak fans yang memviralkan status itu seolah ia kembali ke PSS karena catatan pertahanan PSS yang kurang mentereng dibanding musim lalu. Hingga pekan ke-7 Liga 2, Laskar Sembada sudah kebobolan enam gol sementara musim lalu hanya dua gol dalam tujuh pertandingan.

 

Namun Sismantoro tak menampik jika nantinya memang ada penambahan pemain, hanya waktunya tidak mungkin saat ini lantaran jendela transfer belum dibuka. Manajemen juga masih melakukan penilaian berdasar laporan Tim Pelatih dan medis para pemain mana saja yang tidak sesuai ekspektasi.

 

“Bukan sekarang saatnya, tapi nanti pas putaran kedua rencana penambahan pemain pasti ada. Tapi kan kami harus menunggu laporan dulu dari Tim Pelatih dan medis, lini mana yang harus ditambah atau bagaimana nantinya,” sambung Sismantoro.

 

Di dalam lapangan, Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro tengah meminta pada para pemain melupakan kekalahan atas Kalteng Putra beberapa hari lalu. Kekalahan kemarin bukan saja berpengaruh pada posisi PSS di klasemen sementara namun juga menyerang psikologis pemain lantaran mendapat keputusan janggal pengadil di lapangan.

 

“Salah satu yang jadi catatan, pemain harus bisa lebih tenang saat bertanding. Fokus pada pertandingan dan jangan sampai terlalu terpengaruh dengan keputusan wasit. Fokus untuk meraih kemenangan harus tetap dijaga hingga akhir pertandingan. Saya sudah bilang untuk tidak memikirkan kekalahan kemarin,” tegas Seto.

 

Seto tak mau faktor psikologis ini membuat performa Hisyam Tolle dkk menurun saat melawan Semeru FC, Minggu (14/7) mendatang dan menuai hasil negatif. PSS sempat merasakan situasi seperti ini saat menjamu Madura United. Saat itu para pemain terlalu percaya diri menghadapi Madura yang di luar dugaan malah mampu mempermalukan mereka di kandang sendiri. “Saya ingin pemain stabil lagi. Stabil di permainan dan di emosinya. Melawan Semeru FC yang di klasemen ada di bawah kita juga jangan terlalu over confidance (percaya diri), harus kerahkan seluruh kemampuan,” tegas Pelatih yang tengah mengikuti kursus kepelatihan A AFC itu. (Des)

 

 

Read previous post:
FESTIVAL SEPAKBOLA PSSI SLEMAN – Gelora Muda U-10 dan Badai U-12 Juara

  SLEMAN (MERAPI) - SSB Gelora Muda dan SSB Badai merebut gelar juara Festival Sepakbola PSSI Sleman yang berlangsung di

Close