Tidak Konsisten Faktor Kekalahan PSS

 

SLEMAN (MERAPI) – Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro enggan menyalahkan kepemimpinan wasit yang memimpin laga melawan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Selasa (10/7) sore. Meski ada indikasi Laskar Sembada dicurangi lantaran tidak adanya tambahan waktu di babak kedua, Seto tak mau mengomentarinya. Menurut Pelatih asal Kalasan itu, kekalahan PSS dari Kalteng Putra karena dua faktor.

 

“Pertama kami belum konsisten sehingga permainan kemarin sangat membosankan. Andai konsisten, artinya menunjukkan seperti saat melawan Persiba Balikpapan mungkin akan beda hasilnya. Akan kami evaluasi soal konsistensi permainan ini. Kemarin kami tidak main seperti biasa, kalau untuk wasit saya enggak mau komentar,” kata Seto kepada Merapi, Rabu (11/7).

 

Sedangkan faktor kedua adalah cuaca dan kondisi lapangan. Cuaca di Kalimantan Tengah (Kalteng) cukup panas hingga membuat para pemain cepat kelelahan. Meski sama-sama satu pulau, perubahan cuaca dari Balikpapan ke Palangkaraya sangat ekstrim. Keadaan ini tidak menguntungkan apalagi bermain di lapangan berkondisi buruk. Aliran bola tidak semulus saat bertanding di Stadion Batakan menghadapi Persiba.

 

“Selain bermain di bawah performa, faktor lapangan dan cuaca menjadi kendala kami mengembangkan permainan. Taktik tidak bisa jalan,” sambung Seto.

 

Kekalahan ini membuat posisi melorot ke peringkat tiga klasemen sementara dengan 13 poin. Hisyam Tolle dkk digeser Blitar United yang dalam laga Selasa (10/7) mampu mengalahkan Persiwa Wamena 1-0. PSS selanjutnya akan menghadapi Semeru FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (15/7) sore.

 

Seto menegaskan tak mau kehilangan poin penuh di kandang sendiri. Andai tergelincir, Blitar United yang akan menghadapi Kalteng Putra Sabtu (14/7) mendatang akan mengambil banyak keuntungan dari PSS. Andai Blitar menang, mereka akan mempertahankan posisi kedua klasemen sementara sedang  jika Kalteng Putra yang menang dan PSS seri atau kalah, Firman Utina dkk akan menggeser posisi PSS dari posisi tiga.

 

Proyeksi itu membuat PSS siaga penuh menghadapi Semeru FC. Situasi yang tak menguntungkan ini mau tidak mau membuat tim benar-benar fokus ke Liga 2 ketimbang lawan PSD Demak Rabu (18/7) dalam Piala Indonesia. Seto pun memastikan tidak ada persiapan khusus menghadapi Piala Indonesia pekan depan.

 

“Kami siap mengevaluasi semua faktor yang menyebabkan gagal bawa pulang poin penuh dari Kalteng kemarin. Di kandang sendiri tidak boleh lepas lagi (poin). Kami akan fokus menghadapi pertandingan lanjutan di Liga 2, untuk Piala Indonesia tidak ada persiapan khusus,” tegas Seto.

 

Setelah lawan Semeru, Laskar Sembada akan menghadapi dua partai penting. Mereka akan menghadapi Blitar United Sabtu (21/7) kemudian PSIM Yogya Kamis (26/7). Blitar kini tengah bersaing ketat dengan PSS di papan atas klasemen sementara PSIM menunjukkan grafik meningkat dengan meraih lima poin dari tujuh pertandingan meski di awal liga dihukum pengurangan poin sembilan angka. Wajar jika Tim pelatih dan manajemen sepakat untuk lebih fokus ke Liga 2 apalagi dengan target lolos ke Liga 1 musim depan.

 

“Saya berharap para pemain yang cedera seperti Sahrul dan I Made Wirahadi bisa sembuh dari cedera mereka di pertandingan selanjutnya,” harap Seto.

 

Di luar lapangan, kabar baik datang dari gelandang Irham Irhaz yang sudah mulai beristirahat di rumah. Gelandang yang mendapat kecelakaan saat mudik ke Malang ini mulai melakukan proses penyembuhan di tengah keluarga. Ilham sendiri mengatakan sudah tidak sabar kembali merumput di bawah arahan Seto.

 

“Sekarang sudah istirahat di rumah, proses penyembuhannya baik. Semoga saja bisa cepat kembali ke lapangan,” harap Ilham. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ISMAIL MASIH JALANI LATIHAN TERPISAH – PSIM Siapkan Tinton dan Hendri di Depan

  YOGYA (MERAPI) - Kondisi cedera penyerang Ismail Haris setelah laga melawan Persigo Semeru FC, membuat tim pelatih PSIM Yogya

Close