Ketua RT: Yang Digrebek Densus Bekas Napi Terorisme

MLATI (MERAPI)- Kepala keluarga yang diamankan Densus 88 Mabes Polri di rumah kontrakan di Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman, Sf diketahui merupakan mantan narapidana terorisme. Hal ini dibenarkan ketua RT di tempat pelaku tinggal, yakni Sumarjono.
“Sejak dia tinggal di sini, saya sudah diberitahu aparat jika dia memang mantan narapidana terorisme,” ujar Sumarjono kepada wartawan, Rabu (11/7).
Menurut Sumarjono, Sf merupakan salah satu orang yang terpantau oleh petugas. Bahkan petugas itu yang memberitahu langsung kepadanya. “Saya dapat pesan dari petugas agar dia diperlakukan dengan baik meski bekas tahanan terorisme. Saya diminta jangan mengusir, makanya dia sering saya ajak ngobrol dan datangi,” ujarnya.
Keluarga itu diketahui mengontrak rumah sejak Februari lalu. Sumarjono pun sudah mewanti-wanti pemilik rumah agar tak memperpanjang kontrak rumah keluarga tersebut. Menurut Sumarjono, selama ini Sf dikenal sebagai penjual bakso tusuk.

“Dengan warga juga membaur. Bahkan akrab,” jelas Sumarjono. Karena perilakunya yang tak mencurigakan itu, Sumarjono mengaku sempat kaget saat tahu petugas Densus menggrebeknya. Pasalnya ia tidak diberitahu sebelumnya penggeledahan yang dilakukan ini berkaitan dengan kasus apa.
“Hanya saya yang diperbolehkan masuk rumah dan menyaksikan. Ada banyak anggota yang melakukan penggeledahan di dalam rumah,” jelasnya.
Sementara itu, Ridwan Dwi Utomo (22) warga yang tinggal persis di samping rumah pelaku mengaku sempat menyaksikan penggeledahan oleh polisi. Namun ia kemudian diminta petugas polisi berpenutup kepala (sebo) yang berada di lokasi untuk kembali ke rumah.
“Tadi banyak anggota densusnya. Saya keluar rumah langsung ditanyain keperluannya apa, kalau tidak ada keperluan silakan masuk rumah dan jangan terlalu dekat di sini,” ujarnya.

Seperti diketahui, Petugas Densus 88 Mabes Polri menggrebek sebuah rumah di Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman, Rabu (11/7). Polsi mengamankan enam orang yang merupakan satu keluarga yakni suami, istri serta anak-anaknya. Hingga kemarin, polisi belum memberikan keterangan pasti apakah penggrebekan itu terkait penangkapan pelaku teror atau bukan.  Pelaku yang diamankan yakni suami istri Sf (45) dan Ss (42) serta anak-anak mereka yakni SF (21), Af (19), Gr (16) dan Kd (6).  (Shn)

Read previous post:
KARTUN – 12 Juli 2018

Close