GERAKAN 100 SMART CITY-Yogya Susun Rencana Induk

Simulasi kegawatdaruratan melalui aplikasi JSS di Balaikota. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Simulasi kegawatdaruratan melalui aplikasi JSS di Balaikota. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Kota Yogya yang masuk dalam Gerakan 100 Smart City diminta menyusun master plan atau rencana induk. Rencana induk yang dibuat harus dapat menjawab persoalan-persoalan di tiap daerah. Rencana induk itu menjadi acuan untuk membangun konsep kota pintar di Kota Yogya.

“Dengan Gerakan 100 Smart City ini kami minta daerah menyusun <I>master plan<P> yang bisa menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Yogya. Itu nanti akan menjadi acuan untuk membangun Smart City di Yogya,” kata Kepala Seksi Inisiasi Layanan Publik Direktorat e-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Agung Basuki di sela Bimbingan Teknis Gerakan menuju 100 Smart City di Balaikota, Selasa (10/7).

Dia menyampaikan dalam waktau 4 bulan pemerintah daerah swasta dan masyaraakt diminta berkolaborasi untuk memetakan permasalahan. Termasuk mengetahui bentuk Smart City yang diinginkan. Nantinya permasalahan-permasalahan itu dibuatkan solusi yang dimasukan dalam rencana induk untuk acuan bersama pengembangan Smart City.

Smart City juga difokuskan pada potensi daerah masing-masing. Potensi itu menjadi senjata untuk mengembangkan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat. Selain itu pengembangan Smart City harus dilaksakan secara berkelanjutan. “Riskannya di pemerintahan itu, pergantian kepemimpinan bisa jadi ada pergantian program. Hal itu yang harus jadi perhatian juga,” ujarnya.

Ditambahkan selama tiga tahun ini Kemenkominfo berusaha membentuk 100 Smart City. Diharapkan dari 100 kabupatan dan kota terpilih bisa berkolaborasi dan menjadi contoh daerah sekitarnya.

Sementara itu Sekda Kota Yogyakarta Titik Sulastri mengatakan konsep Smart City tidak sebatas pada informasi dan teknologi. Tapi juga ketugasan seluruh di Pemkot Yogyakarta. Internal pemkot sudah menyepakati metode yang diterapkan dalam Smart City. Salah satu bentuk Smart City yang dibuat adalah layanan terpadu melalui aplikasi berbasis android Jogja Smart Service atau Jogja Siap Solusi (JSS).

“JSS ini menjawab kebutuhan masyarakat sebuah kota cerdas karena memudahkan pelaanan dengan ujung jari. Tapi hasil akhir konsep kota cerdas bukan pada penciptaan aplikasi semata. Kota cerdas adalah integrasi satu sama lain yang menghasilkan multimanfaat,” papar Titik. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KEKERINGAN DI KULONPROGO-DIY Alokasikan Bantuan 100 Tangki

WATES (MERAPI) - Kulonprogo menerima alokasi bantuan droping air bersih dari APBD DIY sebanyak 100 tangki pada tahun ini. Dinas

Close