SMP DI YOGYA BELUM MERATA-Rombongan Belajar Bakal Ditambah

Kepala Disdik Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana (kanan) memberikan keterangan terkait PPDB SMPN. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Kepala Disdik Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana (kanan). (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Jumlah rombongan belajar (rombel) atau kelas di SMP negeri di wilayah Yogya selatan bakal ditambah. Penambahan itu untuk mengurangi persoalan dampak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi ke depan dan pemerataan SMP negeri di Kota Yogyakarta.

“Kami upayakan menambah kursi kuota dan rombel SMP negeri di sisi selatan. Beberapa SMP negeri di Yogya selatan memungkinan untuk ditambah rombelnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana, Senin (9/7).

Dia menyampaikan penambahan rombel kuota kursi dapat dilakukan di SMP Negeri 13 dan SMP Negeri 10 Yogya. Pada SMP Negeri 13 Yogya bisa memanfaatkan potensi bangunan SD Negeri Suryodiningratan 3 karena SD itu dapat digabung dengan SD Negeri Suryodiningratan 1. Sedangkan di SMP Negeri 10 Yogya penambahan rombel bisa dilakukan dengan memperluas bangunan sekolah secara vertikal atau lebih dari satu lantai.

“Bisa ditambah rombelnya dua sampai tiga kelas di SMP negeri di Yogya selatan,” ujarnya.

Selain itu Disdik Kota Yogyakarta akan menambah kursi siswa dengan menggeser SMP Negeri 14 Yogya ke Yogya selatan. Namun dia memastikan hal itu tidak mengurangi kuota SMP negeri di Yogya barat. Pasalnya siswa SMP Negeri 14 Yogya yang ada kini akan digabung menjadi satu dengan SMP Negeri 12 Yogya. Mengingat kedua SMP negeri itu lokasinya berdekatan.

“Izin sekolah SMP Negeri 14 akan kita geser ke Yogya selatan dengan memanfaatkan gedung SD Negeri Karangsari di Kotagede. Karena SD Negeri Karangsari itu digabung dengan SD Negeri terdekat,” terangnya.

Dia menyampaikan tidak menambah SMP negeri baru karena harus mengurus izin baru yang dinilai membutuhkan waktu lebih lama. Dia menilai dengan penambahan kursi siswa dan rombel di SMP Negeri Yogya selatan diharapkan dapat mengurangi persoalan PPDB zonasi tahun ini.

Pihaknya juga akan menyempurnakan sistem PPDB zonasi jika ke depan Permendikbud zonasi tidak diubah. Misalnya semua calon siswa wajib memilih 16 SMPnNegeri dan saat diterima wajib mendaftar ulang. Dia menyebut pada PPDB SMP negeri kemarin ada siswa yang sudah diterima di SMP Negeri 12. Tapi tidak mau mendaftar kaerna yakin akan di jalur zonasi dapat diterima di SMP negeri lain yang dinilai lebih baik.

“Tapi akhirnya siswa itu tidak diterima di jalur zonasi karena tidak lolos seleksi jarak dan hanya memilih tiga SMP negeri,” imbuh Edy.

Dia menegaskan pada PPDB zonasi warga sudah diberikan peluang di jalur prestasi dan memilih 16 SMP negeri. Tapi peluang itu tidak dimanfaatkan maksimal karena masyarakat hanya menggunakan 3 sampai 5 pilihan SMP negeri. Jika menggunakan pilihan di 16 SMP maka warga di Yogya selatan bisa tertampung di SMP negeri di utara. Misalnya di SMPN 1 Yogya jarak terjauh siswa yang diterima sampai sampai 3,1 km. Artinya dngan jarak itu memberikan peluang warga di sisi selatan diterima karena jarak di kota relatif dekat. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
RUMAH TERBAKAR HEBAT-Ibu-Anak Tewas Terpanggang

SEMARANG (MERAPI)- Seorang ibu dan anak gadisnya, Ny Linda Maria (47) serta Karina (10) tewas terpanggang setelah rumahnya di Jalan

Close