BACAKAN EKSEPSI DI PERSIDANGAN Rocker Eky Lamoh Bantah Cemarkan Nama Baik

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Penasihat hukum Emanuel Gobay saat membacakan eksepsi di muka persidangan PN Bantul
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Penasihat hukum Emanuel Gobay saat membacakan eksepsi di muka persidangan PN Bantul

BANTUL (MERAPI) – Terdakwa mantan vokalis Edane, Alexander Theodore Lamoh atau Ecky Lamoh (57) warga Perum Trimulyo Blok III Jetis Bantul menjalani sidang pencemaran nama baik dengan agenda pembacaan eksepsi, Kamis (5/7). Dalam eksepsinya, terdakwa mengatakan tak memiliki niatan melakukan pencemaran nama baik terhadap kakak iparnya Hadi Sutoyo dan istrinya Dana Christina di media sosial facebook.
Lebih lanjut dikatakan, dia hanya menuliskan keluh kesah kinerja polisi atas laporan yang telah dilakukannya karena dinilai cenderung lamban.

“Terdakwa membuat status facebook cuma ingin mengkritik polisi atas kinerjanya yang tak sigap dan cenderung lambat. Sama sekali tidak terbersit niat mencemarkan nama baik Hadi Sutoyo. Toh belakangan Hadi Sutoyo juga ditetapkan sebagai tersangka,” ujar terdakwa melalui penasihat hukumnya Emanuel Gobay SH MH dalam eksepsi atau keberatan yang dibacakan di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (5/7).
Sehingga, kata dia, sebenarnya tidak ada yang salah dari kalimat yang ditulis di facebook. Dikatakan Emanuel, terdakwa justru sebagai korban, karena oleh polisi dijadikan tersangka dengan tuduhan pencemaran nama baik dengan melanggar pasal 27 ayat 3 UU ITE.
Tetapi penggunaan pasal itu dinilai salah kaprah yang seharusnya terdakwa yang awalnya sebagai korban memperoleh pelayanan profesional dari polisi. “Apa yang disampaikan terdakwa melalui facebook sebagian pelaksanaan hak asasi manusia dengan menyatakan pikiran dan pendapat, apalagi sebagai sebuah kritik terhadap kinerja sebuah institusi,” ujarnya.

Dalam perkara ini, semula pada 2013 terdakwa melaporkan kakak iparnya Hadi Sutoyo dan istrinya Dana Christina ke Polres Bantul dengan dugaan penipuan dan penggelapan sertifikat tanah. Tetapi setelah 2 tahun, terdakwa merasa laporannya mengendap di Polres Bantul.
Dari situ timbul niat terdakwa untuk membuat atau menyebarkan informasi melalui akun facebook milik terdakwa tentang laporan agar diketahui publik maupun oleh pimpinan Kepolisian Republik Indonesia. Tetapi perbuatan tersebut justru dilaporkan Hadi Sutoyo hingga disidangkan di pengadilan hingga saat ini.  (C-5)

 

Read previous post:
ilustrasi
WANITA MUDA DISERGAP POLISI-Wajah Cantik untuk Senjata Menipu

DEPOK (MERAPI)- Seorang perempuan cantik, AS (24) warga Pandak, Bantul dibekuk aparat Polsek Depok Barat setelah membawa kabur handphone milik

Close