Satpol PP Intensifkan Patroli di Kampung Mrican

MERAPI-TRI DARMIYATI Puluhan Warga Mrican mendatangi Balaikota Yogyakarta menagih janji dukungan untuk membersihkan Kampung Mrican dari kegiatan prostitusi.
Puluhan Warga Mrican mendatangi Balaikota Yogyakarta. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta akan mengintensifkan patroli di wilayah Mrican Kelurahan Giwangan. Langkah itu sebagai tindak lanjut atas permintaan warga Mrican yang menagih dukungan pemkot untuk membersihkan kegiatan prostitusi di wilayah itu.

“Kami intensifkan patroli di Mrican menjadi setiap hari dari sebelumnya hanya di akhir pekan. Kami sudah lakukan patroli di sana malam hari kemarin, hasilnya nihil,” kata Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Nurwidi Hartana, Kamis (5/7).

Menurutnya, patroli di kawasan Mrican masih dilakukan pada lingkungan fasilitas umum masyarakat. Meski demikian tim patroli dari Satpol PP juga memantau beberapa rumah warga yang selama ini dicurigai menjadi lokasi kegiatan prostitusi.

“Untuk patroli yang di rumah warga, kami kedepankan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai salah. Tapi tetap kami pantau,” ujarnya.

Ditegaskan patroli akan dilakukan selama 24 jam secara acak, tidak hanya pada malam hari. Mengingat kejadian percobaan tindak asusila terhadap anak perempuan di Mrican sebelumnya terjadi pada pagi hari.

“Masalah pelacuran ini kan terkait juga efek jeranya. Bisa berpotensi dilakukan kapanpun. Makanya kami akan sambangi 24 jam tiap hari prioritas di sana,” tambah Nurwidi.

Dia mengutarakan dasar hukum yang akan digunakan untuk menjerat jika dari hasil operasi terdapat kegiatan prostitusi di Mrican adalahPerda DIY terkait pelacuran. Selain itu Perda Kota Yogyakarta tentang pondokan.

Sementara itu Camat Umbulharjo Mardjuki menyebut ada sekitar 3 pondokan milik 3 warga di Mrican yang dicurigai masyarakat digunakan untuk tempat prostitusi dengan sewa semalam atau satu hari. Pihaknya mengaku selama ini melakukan pendekatan secara kekeluargaan dan mengingatkan pemilik pondokan itu untuk tertib dan tidak menjadi tempat prostitusi. Namun menurutnya kadang pemilik pondokan marah dan muncul gesekan dengan warga.

“Kami sudah berulang kali mengingatkan agar mengikuti aturan pondokan. Tapi katanya tidak ada. Ketiga pondokan yang dicurigai itu tidak ada yang berizin,” terang Mardjuki.

Secara terpisah Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengucapkan terima kasih atas aspirasi warga Mrican itu. Pihaknya sudah meminta kepada dinas terkait dan pemangku wilayah untuk memberikan perhatian lebih ke wilayah Mrican. Termasuk langkah nyata untuk mengubah stigma negatif kampung Mrican menjadi lebih positif.

“Terima kasih aspirasi warga adalah dukungan warga kepada pemkot agar segera mengambil tindakan konkrit. Kami akan menindaklanjuti dengan optimalisasi peran Satpol PP untuk melakukan tindakan penertiban,” tandas Haryadi. (Tri)

Read previous post:
CUKUR PERSIBA BALIKPAPAN 4-1 – PSS Amankan Posisi Dua

  BALIKPAPAN (MERAPI) - PSS Sleman sukses mempermalukan Persiba Balikpapan 4-1 di depan pendukungnya sendiri Kamis (5/7) sore. Meski menang,

Close