POLISI LANJUTKAN PROSES HUKUM-Wanita Diberondong Tembakan Jadi Tersangka

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Polres Sleman menetapkan pengemudi mobil Honda Jazz yang bertingkahlaku mencurigaran serta membahayakan hingga diberondong tembakan, AS (42) sebagai tersangka. Meski diketahui memiliki gangguan kejiwaan, polisi tetap memproses kasus ini karena korban yang ditabrak wanita PNS ini selama pelarian, sebagian sudah melapor kepada polisi.
Kapolres Sleman AKBP Muhammad Firman Lukmanul Hakim kepada wartawan, Rabu (4/7) mengatakan, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan bagaimana kelanjutan kasus ini. Dari informasi di Polsek Seyegan, kata dia, sejumlah warga yang tertabrak pelaku saat kabur telah mulai lapor ke polsek.
“Kita akan gelar perkara dulu, tapi AS sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Kalau terkait kondisi pelaku yangh mengalami gangguan jiwa, nanti biar hakim yang menentukan berdasarkan keterangan dari dokter dan saksi ahli. Tugas kami hanya menindaklanjuti perkara tersebut,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto. Dia menjelaskan, polisi memastikan proses hukum terhadap AS (42) terus berlanjut. Saat ini polisi telah memeriksa sebanyak lima orang saksi.
“Kasus ini tetap berlanjut, saat ini sudah ada 5 orang saksi yang diperiksa,” kata AKBP Yuliyanto, Rabu (4/7).
Dijelaskan Yuliyanto, nantinya yang menilai kasus ini dilanjutkan atau tidak adalah jaksa dan hakim. “Penyidik tetap melakukan proses hukum. Nanti yang menilai jaksa dan hakim. Kalau dari hasil pemeriksaan sementara ada hal yang bisa disimpulkan, seperti tidak bisa dilanjutkan ke proses penuntutan, tentu kasusnya akan dihentikan,” katanya.
Menurut Yulianto, saat ini AS masih diobservasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY. Setelah kondisinya membaik, AS akan dikirim ke Rumah Sakit Grhasia Pakem, Sleman.
Dari hasil diskusi, pengemudi Honda Jazz itu bakal dikenakan pasal 212 dan 216 KUHP karena melawan perintah petugas, dengan ancaman 4 tahun. “Terkait pelanggaran lalulintas, saat ini buktinya sedang dikumpulkan oleh Kasat Lantas, apakah ada masyarakat yang kesenggol dan tertabrak. Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian juga kita periksa,” jelasnya.

Seperti diberitakan, seorang wanita yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), AS (41) warga Grajegan, Margokaton, Seyegan, Sleman diberondong tembakan polisi karena bertingkah laku membahayakan dan mencurigakan, Selasa (3/7). Pelaku awalnya hendak masuk Mapolda DIY namun menolak diperiksa. Dia kemudian kabur ugal-ugalan hingga menabrak sejumlah warga dan baru berhenti usai diberondong tembakan di depan SMPN 1 Seyegan. Pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Meski mobilnya ditembaki polisi, namun pelaku hanya mengalami luka ringan.(Shn)

Read previous post:
PPDB SMP 2018/2019 – Hari Pertama Masih Didominasi Pengambilan Formulir

NGAGLIK (MERAPI) - Hari pertama seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 tingkat SMP, sebagian besar calon siswa

Close