Sultan Minta Abdi Dalem Amalkan Pancasila

Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersalaman dengan para abdi dalem di Bangsal Kepatihan Yogya. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)
Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersalaman dengan para abdi dalem di Bangsal Kepatihan. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)

DANUREJAN (MERAPI) –  Sekitar 700 abdi dalem di wilayah DIY mengikuti syawalan yang digelar Pemerintah Daerah DIY di Bangsal Kepatihan Yogya, Rabu (4/7). Pada acara syawalan tersebut, Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan HB X berpesan agar para abdi dalem tidak melupakan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Dalam pidatonya, Sultan mengingatkan agar jangan sampai terpengaruh oleh paham atau ideologi lain yang mengancam keutuhan NKRI. “Jangan sampai tergoda paham lain selain Pancasila yang sudah menjadi faham dan ideologi bangsa,” ungkapnya.

Selain itu, Sultan berpesan kepada para abdi dalem agar tetap melestarikan kebudayaan Jawa. “Melestarikan kebudayaan Jawa itu sudah menjadi kewajiban seorang abdi dalem. Dalam kehidupan bermasyarakat juga harus bisa berguna bagi sesama,” tuturnya.

Perilaku sopan sebagai abdi dalem, sudah sewajarnya diterapkan ketika hidup bermasyarakat. Selain itu, Sultan mengatakan bahwa seorang abdi dalem sudah selayaknya produktif dalam menjalankan kehidupan sosialnya.

Sementara itu, KPH Indrokusumo yang turut mengikuti syawalan abdi dalem menyampaikan bahwa acara tersebut menjadi salah satu agenda rutin. “Meski sebelumnya sudah ada open house, kan ada kemungkinan beberapa orang ada yang belum bertemu. Nah, dalam kesempatan ini kami bisa bersilaturahmi dan saling bermaafan,” ujarnya.

Sedangkan Kabid Humas Pemda DIY, Iswantoro menyebutkan terdapat sekitar 700 abdi dalem yang mengikuti kegiatan tersebut. “Para abdi dalem ini ada yang dari Kraton maupun Pakualaman. Bukan hanya bagi abdi dalem yang menjadi PNS tapi juga secara umum,” ujarnya. (Oro)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Dibuang di Ringroad, Bayi Tewas Kedinginan

BANGUNTAPAN (MERAPI)- Warga di sekitar kawasan Ringroad Selatan Singosaren, Banguntapan, Bantul geger setelah bayi berkelamin laki-laki atas Khilafah ditemukan tewas

Close