25 Pendonor Darah 100 Kali Terima Cincin Satyalencana

Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo memakaikan cincin Satyalancana Kebaktian Sosial kepada pendonor yang telah mendonorkan darahnya minimal 100 kali. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo memakaikan cincin kepada pendonor darah 100 kali. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

GONDOMANAN (MERAPI) – Sebanyak 25 pendonor darah sukarela di DIY menerima penghargaan cincin Satyalencana Kebaktian Sosial tahun 2017. Penghargaan dari Presiden RI itu diberikan kepada mereka yang telah berjasa dalam bidang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DIY GBPH Prabukusumo mengatakan, pada Desember 2017 para pendonor darah sukarela 100 kali telah bertemu Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan RI di Bogor untuk menerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial secara simbolik. Penghargaan lalu diserahterimakan di daerah pada Rabu (4/7).

“Semoga penghargaan ini menginspirasi kita semua, menggugah kepedulian tentang kemanusiaan tentang berbagi cinta kepada sesama,” kata Gusti Prabu dalam sambutan penyerahan cincin Satyalencana di Ndalem Yudhonegaran.

Pihaknya mengapresiasi peran penerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial yang telah menyumbangkan darah secara sukarela hingga 100 kali. Dia menegaskan para pendonor darah memberikan darah tanpa menentukan orang yang menerima manfaatanya dan tidak mengharapkan imbalan dari jasa. “Darah saja diberikan apalagi cinta,” ujarnya.

Sebanyak 25 pendonor darah sukarela yang menerima penghargaan cincin Satyalencana Kebaktian Sosial itu sebagian besar sudah berusia 45 tahun ke atas. Pasalnya untuk mencapai donor darah hingga 100 kali minimal membutuhkan waktu 25 tahun. Penerima penghargaan Cincin Satyalencana Kebaktian Sosial paling tua adalah Harsito (71), termuda Tri Supriadji (46) dan satu-satunya perempuan pendonor darah yang menerima adalah Yuwanti (63).

Menurut Gusti Prabu, tugas-tugas kemanusiaan dan pengembangan generasi muda di dalamnya tidak mudah. Oleh karena itu dia meminta PMI harus terus meningkatkan dan mempererat kerja sama dengan mitra pemangku kepentingan. “Di manapun gerakan PMI ada untuk siapa saja. Dengan prinsip kenetralan dan kesamaan kita berikan harapan dan dukungan serta perubahan positif di masyarakat,” tambah Gusti Prabu.

Sementara itu seorang penerima penghargaan Cincin Satyalencana Kebaktian Sosial, Harsito menyampaikan penghargaan itu bukanlah yang dicari seorang pendonor darah. Melainkan untuk membantu orang yang membutuhkan darah. “Penghargaan ini adalah kelengkapan. Bagi saya pemerintah sudah memperhatikan para pendonor darah,” imbuh Harsito.

Dalam kesempatan itu juga diberikan piagam penghargaan kepada 691 personel PMI yang telah sukarela melayani saat siaga Lebaran tahun 2018. Termasuk Tim Pelayanan Pertolongan Pertama dan Ambulans PMI di 5 kabupatan kota di DIY serta pihak terkait. (Tri)

Read previous post:
MERAPI-ANTRI YUDIANSYAH Petugas melakukan olah TKP di mobil pelaku usai diberondong tembakan.
KASUS WANITA DIBERONDONG TEMBAKAN-Depresi Sejak 2008, Lulus Ujian SIM A

SLEMAN (MERAPI)- Onkum PNS yang mobilnya diberondong tembakan, AS (41) ternyata sudah mengalami gangguan jiwa atau depresi sejak 2008 lalu.

Close