PEMKAB BANTUL ANTISIPASI WISATAWAN JADI KORBAN-Perbanyak Rambu Larangan Mandi di Parangtritis

MERAPI-SUKRO RIYADI Petugas SAR memasang papan larangan mandi di Pantai Parangtritis.
MERAPI-SUKRO RIYADI
Petugas SAR memasang papan larangan mandi di Pantai Parangtritis.

KRETEK (MERAPI)-  Peristiwa hilangnya dua wisatawan akibat terserat palung Pantai Parangtritis Kretek Bantul jadi catatan Pemkab Bantul. Ke depan, bakal diupayakan agar peristiwa tersebut tidak kembali terjadi. Sementara itu hingga Selasa (3/7), satu korban tersedot palung, yakni Ismuismaulid Bali (13) warga Dieng, Banjarnegara belum ditemukan.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Drs Kwintarto Heru Prabowo SSos kepada wartawan kemarin mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan pelayanan agar wisatawan merasa nyaman dan aman berlibur ke objek wisata di Bantul, khususnya Parangtritis.
“Kami akan segera membuat dan menambah papan imbauan terkait kemunculan ubur-ubur dan papan larang mandi di laut,” ujar Kwintarto Heru Prabowo. Dikatakan, sebenarnya kawasan Pantai Parangtrtis Kretek Bantul tidak aman untuk dijadikan lokasi mandi. Karena di bawah permukaan air terdapat arus yang sangat kuat. “Arus bawah permukaan itu berpindah-pindah, fenomena alam itu kerap jadi pemicu wisatawan tiba-tiba terserat dan hilang dari permukaan air,” ujarnya.

Oleh karena itu, peristiwa hilangnya wisatawan pada akhir pekan lalu akan jadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Paling penting pemerintah Bantul berusaha membuat wisatawan tetap nyaman berlibur di Bantul. Sedang terkait asuransi bagi wisatawan meninggal, saat ini sudah diproses sesuai mekanisme. “Pasti mendapat asuransi, sudah kita proses juga,” jelasnya.
Sementara Koordinator SAR Parangtritis Ali Sutanta Jaka Saputra menambahkan, sebenarnya sepanjang pantai sudah dijaga personel SAR untuk pengamanan kegiatan wisatawan. Tetapi situasi di lapangan yang kerap terjadi adalah imbauan dari SAR diabaikan wisatawan.

Seperti kejadian Minggu (1/7) lalu sebenarnya dari SAR menghalau agar korban tidak mandi. Karena jumlah wisatawan sangat banyak akhirnya ada yang mandi juga. “Kita sudah berusaha mengingatkan, bahkan rambu adanya palung dan larangan mandi selalu kami pasang. Belum lagi pengeras suara juga kami manfaatkan untuk mengimbau wisatawan,” katanya.
Ditambahkan, tim SAR juga sering serba salah. Sebab jika wisatawan dilarang keras, ditakutkan akan mengganggu kenyamanan wisatawan itu.
Seperti diberitakan, dua orang wisatawan tersedot palung saat berenang di Pantai Parangtritis Kecamatan Kretek, Bantul, Minggu (1/7).
Satu korban ditemukan tewas pada Senin (2/7) petang.
Korban yang ditemukan tewas adalah Mansyur (25) warga Condong Cambur, Dieng, Banjarnegara. Dia ditemukan di sekitar Pantai Goa Cemara, atau berjarak 8 kilometer dari lokasinya hilang. Sedang korban yang masih hilang adalah Bali (13), juga warga Dieng.  (Roy)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
JUKIR NAKAL TAK KAPOK KENA TIPIRING-Parkir Liar Sarkem Muncul Lagi

GEDONGTENGEN (MERAPI) - Sanksi denda tindak pidana ringan (tipiring) yang diberikan kepada juru parkir (jukir) nakal belum memberi efek jera.

Close