Pemilik Psikotropika Dihukum 8 Bulan

 

 Terdakwa (baju putih) disambut sahabat dan kerabatnya usai menjalani sidang pembacaan putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

Terdakwa (baju putih) disambut sahabat dan kerabatnya usai menjalani sidang pembacaan putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Majelis hakim yang diketuai Dewi Kurniasari SH menjatuhkan pidana penjara terhadap Kristiantoro (29) warga Sewon Bantul dengan hukuman 8 bulan potong masa tahanan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (3/7).

Hakim sependapat dengan jaksa yang sebelumnya menjerat terdakwa dengan UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Dalam perkara ini majelis hakim juga membebankan denda Rp 1 juta subsider 1 bulan kurungan.

Hal-hal yang meringankan hukuman, terdakwa sopan di persidangan, mengakui perbuatan dan berjanji takkan mengulangi perbuatannya. Sementara hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan penyalahgunaan Psikotropika.

Dalam amar putusannya, terdakwa pada Kamis 8 Maret 2018 pukul 23.00 ditangkap petugas di rumah Eko Widiyanto alias Kodok di Panggungharjo Sewon Bantul. Dalam penangkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti 23 pil Psikotropika jenis Bromazepam yang dibawa terdakwa.

Dari penangkapan, terdakwa mengakui pil Bromazepam merupakan miliknya. Sehingga dalam memiliki dan menyimpan psikotropika, terdakwa tak memiliki izin dari pihak berwenang. (C-5)

 

Read previous post:
KPI GELAR KONSULTASI DAERAH- Dukung RAD SDGs Menjadi Pergub SDGs

  GONDOKUSUMAN (MERAPI) - Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah DIY mengadakan Konsultasi Daerah Draf Peraturan Gubernur "Rencana Aksi Daerah (RAD)

Close