PPDB Online Ditutup, Sejumlah SMPN Masih Kekurangan Siswa

SUKOHARJO (MERAPI) – Sejumlah sekolah negeri tingkat SMP di Sukoharjo masih kekurangan siswa baru saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) online resmi ditutup. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo masih memberi kesempatan pada sekolah untuk membuka PPDB secara offline atau manual sampai kuota terpenuhi. Kesempatan diberikan agar sekolah tidak kekurangan siswa saat kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru dimulai pertengahan Juli mendatang.

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Dwi Atmojo Heri, Selasa (3/7) mengatakan, pelaksanaan PPDB online SMP sudah selesai digelar pada 25, 26 dan 28 Juni. Kegiatan dilanjutkan validasi data dan evaluasi pada 29 Juni dan pengumuman 30 Juni. Sedangkan daftar ulang siswa baru dilaksanakan pada 2 dan 3 Juli.

Proses PPDB online SMP yang baru saja diselesaikan terus dipantau oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo. Hasilnya diketahui masih ada sejumlah SMP negeri kekurangan siswa baru. Hal itu juga diperkuat dengan temuan pada saat daftar ulang di masing masing sekolah.

Pihak SMP negeri yang masih kekurangan siswa baru juga sudah melaporkan kondisi sekolahnya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo. Hal itu sangat penting mengingat sekolah harus memenuhi kuota terlebih dahulu sebelum kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2018/2019 dimulai pada pertengahan Juli nanti.

“SMP Negeri yang belum mampu memenuhi kuota siswa baru kebanyakan merupakan sekolah di wilayah pinggiran. Sedangkan di tengah kota sudah. Selain negeri ada juga sekolah swasta yang kondisinya sama. Sekolah tersebut mendapatkan kesempatan membuka PPDB offline atau manual,” ujar Dwi Atmojo Heri.

Sekolah negeri yang masih kekurangan siswa baru tersebut seperti SMPN 4 Nguter, SMPN 3 Nguter, SMPN 3 Bulu, SMPN 3 Weru, SMPN 2 Bendosari, SMPN 3 Bendosari, SMPN 2 Polokarto dan lainnya. Sekolah tersebut membuka PPDB offline atau manual mulai 2 Juli atau pada saat daftar ulang sampai kuota terpenuhi atau maksimal sebelum tahun ajaran baru dimulai 16 Juli mendatang.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo akan terus memantau pelaksanaan PPDB offline atau manual di sekolah tingkat SMP baik negeri maupun manual. Sebab pemantauan perlu dilakukan mengantisipasi terjadinya masalah di sekolah.

“Misal ada satu SMPN sampai penutupan PPDB online dilaksanakan masih kekurangan siswa baru sebanyak 10 orang maka sekolah tersebut mendapat kesempatan membuka PPDB offline atau manual sampai kekurangan kuota terpenuhi. Kalau sudah maka pendaftaran harus segera ditutup,” lanjutnya.

Belum terpenuhinya kuota siswa baru di SMP Negeri terjadi karena beberapa faktor salah satunya tingginya minat mendaftarkan diri ke sekolah favorit. Akibatnya kuota sekolah favorit lebih dulu terpenuhi dibandingkan lainnya.

Faktor lainnya karena sulitnya akses menuju ke sekolah di SMP Negeri yang masih kekurangan siswa baru. Sebab tidak ada sarana transportasi umum seperti angkuta umum maupun bus. Siswa harus mengandalkan sarana transportasi sendiri seperti sepeda motor untuk menunu ke sekolah.

“Pemerintah sudah mengakomodir kebutuhan sekolah dan siswa dengan penyelenggaraan PPDB online dan ditambah manual sebagai upaya pemerataan. Tapi dalam pelaksanaanya memang masih ada kendala dimana sekolah negeri masih kekurangan siswa baru karena faktor di luar kewenangan dinas,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
PELAKU BAKAL MASUK DAFTAR HITAM 11-Juru Parkir Nakal Didenda Rp 300 Ribu

UMBULHARJO (MERAPI)-  Sebanyak 11 juru parkir (jukir) yang melanggar ketentuan dinyatakan bersalah dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) dengan sanksi

Close