KEBUN BUNGA MATAHARI – Jadi Wisata Selfie, Bijinya Dipanen

 

MERAPI-SULISTYANTO Bagian depan kebun bunga matahari di Pakem Sleman.
MERAPI-SULISTYANTO
Bagian depan kebun bunga matahari di Pakem Sleman.

NAMA bunga matahari sudah tak asing lagi, bahkan bisa digolongkan sebagai tanaman hias yang banyak penggemarnya. Bagian bunganya dengan bentuk menyerupai matahari mampu menjadi daya tarik tersendiri. Ketika ditanam di suatu kebun atau ladang luas, saatnya berbunga dapat menjadi tujuan wisata selfie atau swafoto.

Bahkan biji-biji dari bunga yang sudah tua dapat dijual, antara lain diproses menjadi minyak, bahan pembuatan kosmetik maupun kuwaci. Khusus kuwaci idealnya diambil dari bunga matahari yang menghasilkan biji-biji jenis besar. Pasalnya, ada bunga matahari yang menghasilkan biji ukuran kecil seperti yang ada di kebun bunga kawasan Purworejo Pakem, Jalan Kaliurang Sleman.

“Sekitar enam ribu tanaman bunga matahari yang ditanam di sini bagian bijinya termasuk yang jenis kecil.  Meski kecil, kandungan minyaknya tinggi sehingga dapat diolah menghasilkan minyak biji bunga matahari maupun bahan pembuatan kosmetik,” jelas pemilik kebun bunga matahari setempat, Sumarno, akhir pekan lalu.

Menurutnya, umur tanaman ini kisaran 4,5 bulan. Ia menanam pada awal Maret 2018, sekitar setengah bulan lalu sudah berbunga. Kisaran satu minggu lagi, bagian bunga yang sudah tua dapat dipanen biji-bijinya. Pembuat kosmetik asal Denpasar diharapkan bersedia membeli panenan biji bunga matahari. Diperikirakan harga biji ini antara Rp 30.000 sampai Rp 50.000 perkilogram. Sedangkan waktu ia membeli biji bunga matahari yang sudah disortasi untuk dijadikan bibit  harganya sekitar Rp 60.000 perkilogram.

Saat pembenihannya, ia percayakan kepada temannya yang sudah biasa membuat benih aneka jenis sayuran. Setelah berumur 20 hari dibawa ke kebun dan diadaptasikan atau disesuaikan dulu dengan lingkungan selama limba hari.  Lalu dapat ditanam di tanah langsung, dengan tanah sudah diolah terlebih dahulu layaknya menanam tanaman lombok, misalnya menggunakan mulsa untuk menghindari dari rerumpatan ataupun tanaman gulma lain.

“Sebelum menanam bunga matahari, saya belum ada kepikiran agar menjadi semacam wisata selfie atau swafoto. Selain sebagai bagian dari analisa tani, saya yakin biji bunga matahari juga bisa dijual. Pas liburan Lebaran, ternyata banyak warga tertarik untuk selfie-selfie di kebun sini. Semakin luas informasinya ketika banyak diperbincangkan di media sosial maupun dari mulut ke mulut,” ungkap Sumarno yang juga bekerja di bagian Laboratorium Fakultas Biologi UGM.

Ditambahkan, kebun bunga matahari yang diberinama Helio Garden ini mempunyai luas sekitar 2600 meterpersegi. Saat mengolah tanah ditangani lima tenaga, pas penanaman ada sembilan tenaga dan penyemprotan agar terhindar dari serangga, atau hama serta penyakit ada tiga tenaga. Dalam satu tanaman bisa muncul sampai sekitar 15 bunga, namun yang bisa ada biji-bijinya kisaran delapan bunga.

Salah satu pengunjung asal Tempel Sleman, Ny Arti mengaku, meski dengan membayar tiket Rp 5.000 untuk bisa masuk kebun, ia bisa merasa senang, menikmati keindahan hamparan bunga matahari dan berfoto-foto. Bahkan ada rencana suatu saat dapat mempunyai kebun bunga matahari, misalnya dengan dikelola berkelompok, melibatkan warga di sekitar tempat tinggalnya.

“Apalagi di tempat kami juga ada desa-desa wisata yang sudah dikenal berbagai kalangan,” tandasnya. (Yan)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SUKRO RIYADI Petugas SAR saat melakukan penyisiran di sekitar Pantai Selatan untuk mencari wisatawan yang hilang.
Disedot Palung Parangtritis, Wisatawan Ditemukan Tewas di Pantai Goa Cemara

KRETEK (MERAPI)- Dua orang wisatawan tersedot palung saat berenang di Pantai Parangtritis Kecamatan Kretek, Bantul, Minggu (1/7). Satu korban ditemukan

Close