WISATAWAN SERING ABAIKAN LARANGAN MANDI-SAR: Palung Parangtritis Sangat Ganas

KRETEK (MERAPI)-Dua korban tersedot palung Pantai Parangtritis sempat terdeteksi petugas SAR Parangtritis. Namun, keduanya gagal diselamatkan karena kuatnya sedotan palung yang menghempas tubuh mereka.
“Pusaran air di lokasi korban berenang, yakni dekat palung memang sangat kuat,” ujar Koordinator SAR Wilayah IV Ali Sutanta Jaka Saputra kepada wartawan, Senin (2/7). Dia mengatakan, sesaat setelah kejadian itu, sejumlah wisatawan Parangtritis berteriak hingga tim SAR bereaksi. Saat itu, seorang petugas SAR, Junianto berusaha menggapai kedua korban namun gagal.
“Saking kuatnya pusaran, pada saat anggota kami belum sempat menjangkau badan korban, mereka sudah hilang dari permukaan air,” ujar Ali.

Dia mengatakan, Tim SAR sudah berulangkali mengimbau wisatawan agar tak berenang di dekat palung. Sebab, pusaran palung sangat kuat. Selain itu, Tim SAR juga selalu disiagakan di dekat palung. Namun tetap saja ada wisatawan yang abai, sehingga kejadian wisatawan tenggelam terus berulang.
“Tempat korban berenang sebenarnya sejak pagi sudah kami jaga, karena memang ada palung yang sangat ganas, sehingga SAR siaga di titik itu,” ujar Ali.
Seperti diketahui, dua orang wisatawan tersedot palung saat berenang di Pantai Parangtritis Kecamatan Kretek, Bantul, Minggu (1/7).
Satu korban ditemukan tewas pada Senin (2/7) petang. Sedang satu korban lain, hingga semalam masih dicari petugas.
Korban yang ditemukan tewas adalah Mansyur (25) warga Condong Cambur, Dieng, Banjarnegara. Sedang korban yang masih hilang adalah Bali (13), juga warga Dieng. (Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
CERITA MISTERI – Para Lelembut Sedang Wedangan

SORE itu Triman (bukan nama sebenarnya) diajak ayahnya ke rumah neneknya yang tinggal di Banyubiru. Anak usia kelas empat SD

Close