WARTAWAN SEMPAT DILARANG MASUK LAHAN BANDARA NYIA-Dijaga Ketat Jelang Eksekusi Rumah Warga Penolak

MERAPI-AMIN KUNTARI Wartawan bersitegang dengan petugas lantaran tidak diperbolehkan masuk area lahan bandara NYIA.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Wartawan bersitegang dengan petugas lantaran tidak diperbolehkan masuk area lahan bandara NYIA.

TEMON (MERAPI) – Sistem pengamanan di area Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon semakin ketat jelang eksekusi rumah warga yang masih berdiri di lahan bandara. Belasan wartawan dari Media Center Kulonprogo bahkan sempat dilarang masuk area IPL hingga harus bersitegang dengan petugas jaga portal pintu timur, saat hendak meliput pekerjaan lanjutan dalam tahapan pembangunan Bandara NYIA, Senin (2/7).
Sejumlah petugas jaga portal melarang wartawan untuk masuk ke area IPL. Meski sudah menyampaikan maksud kedatangan bahkan siap menunjukkan kartu pers, awak media tetap tidak diperbolehkan masuk.
“Yang boleh masuk cuma yang kerja di sini saja. Yang perintah PT Angkasa Pura langsung,” kata salah satu petugas jaga portal di sisi timur area IPL.

Menurut petugas, wartawan baru boleh masuk jika sudah ada izin dari pihak-pihak terkait. Petugas juga menyarankan agar media meminta izin ke Polsek Temon, atau bertemu langsung dengan Kapolsek.
”Ke Polsek dulu, izin dulu, tanyakan. Saya juga ngikuti (aturan yang ditetapkan),” imbuh petugas yang lain.
Tidak diketahui pasti, apa alasan petugas melarang wartawan masuk ke area IPL dan meliput kegiatan pengerjaan pembangunan Bandara NYIA. Sebab sebelumnya, awak media leluasa masuk setelah menyampaikan tujuan kedatangan dan menunjukkan kartu pers. Dimungkinkan, waktu pelaksanaan relokasi warga penolak dan perobohan rumah mereka semakin dekat.
Wartawan kemudian mengambil sikap tegas, menghubungi Kapolsek Temon melalui telepon. Setelah ada perbincangan Kapolsek dengan petugas, media diperbolehkan masuk area IPL.

Menanggapi insiden ini, Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution menegaskan, peningkatan pengamanan dilakukan sebagai upaya sterilisasi area IPL mengingat pekerjaan pembangunan Bandara NYIA terus berjalan. Langkah skrining di portal-portal yang menjadi pintu masuk area IPL dilakukan untuk mencegah masuknya pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang ingin memanfaatkan situasi, termasuk dengan memprovokasi warga penolak.
“Permintaan dari PT Angkasa Pura I untuk mengamankan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Bandara NYIA, kita jawab dengan skrining itu. Kan di proyek lain juga memang tidak boleh setiap orang masuk,” katanya.
Terkait belasan wartawan yang sempat dilarang masuk, menurut AKBP Anggara, bukan dilakukan pihaknya. Aparat kepolisian membebaskan wartawan untuk masuk ke area IPL.
“Terserah saja (wartawan keluar-masuk area IPL), bebas-bebas saja sesuai kepentingan. Saya tak ikut campur masalah itu, kalau membatasi media itu bukan saya,” tegasnya.

AKBP Anggara menjabarkan, kemarin pihaknya melaksanakan pengamanan kegiatan lanjutan proyek Bandara NYIA. Pekerjaan utama yang diasumsikan berakhir pada 3 Juli, ternyata bisa diselesaikan pada 30 Juni lalu oleh pemrakarsa pembangunan bandara. Meski demikian, Polres Kulonprogo tetap melanjutkan pengamanan dengan menerjunkan 75 personel.
“Hari ini (kemarin) tidak ada permasalahan dan penolakan warga yang menghalangii pekerjaan. Strategi kepolisian yakni berupaya persuasif semaksimal mungkin, karena yang kita hadapi bukanlah musuh,” katanya.
Proses pematangan lahan dengan pembersihan tanaman, benda di atasnya, hingga pembuangan sampah dan perataan tanah dipastikan akan dikuti perobohan rumah warga penolak yang hingga kini masih bertahan di area IPL. Namun terkait hal itu, Kapolres mengaku belum ada koordinasi dari pihak terkait.
“Perobohan (rumah warga penolak) itu keputusan pemrakarsa, dari berbagai aspek, Polri siap, namun sejauh ini belum ada koordinasi tentang itu,” pungkasnya.  (Unt)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pedagang Kapok Jual Kerupuk Sermier Berbahaya

WATES (MERAPI) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta bersama Dinas Perdagangan Kulonprogo melakukan pemeriksaan pangan di Pasar

Close