ANTISIPASI TAHANAN KABUR- Polsek Depok Timur Perketat Penjagaan

 

Kompol Novita Eka Sari. (Merapi-Samento Sihono)
Kompol Novita Eka Sari. (Merapi-Samento Sihono)

DEPOK(MERAPI)- Peristiwa kaburnya dua tahanan Polsek Ngaglik membuat Polsek lain di jajaran Polres Sleman melakukan evaluasi. Tahanan di Polsek jajaran pun diawasi dan dipantau lebih ketat, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.

Seperti yang dilakukan Polsek Depok Timur memperketat penjagaan untuk mengantisipasi tahanan kabur. Pihak penjagaan segera memeriksa para tahanannya dan melakukan pemeriksaan, barang-barang yang dicurigai pun disita dan dikeluarkan.

Kapolsek Depok Timur Kompol Novita Eka Sari mengatakan, pihaknya memerintahkan personelnya yang mendapatkan tugas jaga untuk mengecek semua tahanan. Hal ini untuk memastikan jumlah dan kondisi tahanan selama mendekam di sel tahanan.

“Personel agar betul-betul melaksanakan tugasnya dengan baik, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, seperti tahanan kabur,” beber Novita, Senin (2/7).
Pengecekan juga dilakukan untuk memastikan setiap ruangan sel dalam keadaan bersih, atau membawa barang-barang yang tidak layak berada di dalam sel tahanan. “Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pengaman tahanan,” jelasnya.

Novita menjelaskan, Polsek Depok Timur juga telah memasang CCTV di beberapa titik di Polsek, termasuk untuk tahanan. CCTV itu akan memantau pergerakan dan aktivitas tahanan. “Tak ada celah yang tak terdeteksi. Kecuali untuk kamar mandi,” kata Novita.

Para pembesuk juga tak diizinkan bersentuhan langsung dengan para tahanan. Mereka dibatasi jarak untuk saling mengobrol. Ruang ngobrol pembesuk dan tahanan juga dibatasi dengan kawat ram.
“Dibatasi, agar pembesuk tak ada yang bisa melempar sesuatu ke dalam tahanan.” Jelasnya.

Tahanan yang dibon atau dikeluarkan untuk suatu keperluan juga harus menjalani SOP seperti diborgol dan didampingi dua anggota polisi. Setiap satu jam sekali ada pengawasan dan pengecekan rutin, minimal menghitung jumlah tahanan yang ada.

“Pada intinya kita keberja sesuai dengan SOP. Karena aturanya sudah jelas,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya dua tahanan Polsek Ngaglik yakni NB (24), dan EP (27) warga Kricak, Tegalrejo, Yogya kabur pada Jumat (22/6) lalu. Mereka merupakan tahanan kasus pencurian di mess PSS Sleman awal Mei lalu.

Keduanya kabur dengan cara memotong teralis di ventilasi kamar mandi ruang tahanan dengan gergaji besi. Terkait dengan alat yang digunakan untuk mengerjaji tralis, polisi belum mengetahui dari mana kedua tahanan mendapatkan. (Shn)

 

Read previous post:
Sukoharjo Panen Reklame Liar

SUKOHARJO (MERAPI) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo panen reklame liar usai Lebaran. Petugas melakukan penertiban disejumlah wilayah

Close