Tiga Calhaj Sukoharjo Meninggal Dunia

SUKOHARJO (MERAPI) – Tiga dari total 772 orang calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Sukoharjo 2018 meninggal dunia. Kebijakan baru dari pemerintah calhaj yang meninggal bisa digantikan ahli waris, seperti diberikan pada anaknya untuk menjalankan ibadah haji. Kelengkapan kepengurusan telah dilakukan di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo dan tinggal menunggu keberangkatan akhir Juli nanti.

Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Sukoharjo Muh Arif Hanafi, Senin (2/7) mengatakan, ada aturan baru dari pemerintah berkaitan pelaksanaan ibadah haji tahun 2018 yakni berupa kelonggaran kepada para calhaj. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. Isianya menjelaskan tentang calon jamaah haji yang sebelum diberangkatkan meninggal dunia bisa digantikan atau haknya diberikan kepada ahli waris. Hal itu berbeda dibanding sebelumnya apabila ada calhaj meninggal dunia sebelum diberangkatkan maka haknya akan hilang.

Data dari Kemenag Sukoharjo diketahui sampai Maret kemarin ada tiga calon jamaah haji asal Sukoharjo yang siap diberangkatkan tahun 2018 meninggal dunia. Mengacu pada aturan baru maka hak ketiganya tidak hilang namun bisa diberikan kepada ahli waris.
Ketiga calon jamaah haji tersebut masing masing satu orang berasal dari Kecamatan Polokarto, Grogol dan Baki. Pihak keluarga sudah mengurus pengganti kepada ahli waris dengan diberikan pada anak.

\“Nanti yang diberangkatkan menjalankan ibadah haji sebagai pengganti calon jamaah yang meninggal dunia berasal dari ahli waris yakni anak pada calon jamaah haji tersebut. Sekarang semua persyaratan sudah selesai diurus,” ujar Arif Hanafi.

Sebelum resmi diganti pihak keluarga ketiga calon jamaah haji yang meninggal harus mengurus semua persyaratan yang ditentukan. Salah satunya yakni berupa menunjukan bukti surat pernyataan dan dilengkapi tandatangan dari ahli waris.

“Jadi anak itu tetap akan mengisi kursi atau kuota calon jamaah haji orang tuanya yang meninggal dunia. Sedangkan datanya akan diganti dari data orang tua ke anaknya,” lanjutnya.

Arif Hanafi mengatakan, kelonggaran dari pemerintah tersebut membuat calon jamaah haji lega. Sebab mereka tidak perlu khawatir kehilangan haknya menjalankan ibadah haji meski sebelum diberangkatkan sudah meninggal dunia.

Sementara itu total ada 772 orang calon jamaah haji asal Sukoharjo siap diberangkatkan tahun 2018 ini. Mereka terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter) yakni kloter 45, 46 dan 47.

Untuk kloter 45 berisi sebanyak 136 orang calon jamaah haji akan diberangkatkan pada 30 Juli, Kloter 46 ada 355 orang calon jamaah haji diberangkatkan pada 31 Juli dan Kloter 47 ada 281 orang diberangkatkan 31 Juli. (Mam)

Read previous post:
LAPSUS (2)-JUKIR NAKAL MASUK DAFTAR CATATAN -Tarif Harus Ikuti Perda

TARIF  parkir yang tinggi saat libur panjang di Yogyakarta seolah menjadi persoalan klasik yang tak pernah selesai. Meskipun sanksi tindak

Close