Wilayah Rawan Kekeringan Dipantau

SUKOHARJO (MERAPI) – Kondisi cuaca yang tidak menentu tetap membuat Pemkab Sukoharjo mewaspadai kekurangan air bagi masyarakat. Tidak hanya air minum konsumsi rumah tangga saja melainkan juga kebutuhan pertanian. Pemkab Sukoharjo sudah meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pemantauan penuh di wilayah rawan kekeringan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Minggu (1/7) mengatakan, sampai sekarang belum ada laporan kekurangan air bersih. Kebutuhan masyarakat masih bisa dipenuhi dari sumur dalam. Meski begitu petugas tetap waspada apabila masyarakat kekurangan air bersih.

Wilayah selatan Sukoharjo meliputi Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu sendiri merupakan daerah perbukitan keringan dan batu kapur. Kondisi tersebut sangat berpengaruh pada saat kemarau karena sumur warga cepat mengering.

Kebutuhan air untuk masyarakat di Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu mayoritas mengandalkan sumur dalam. Kalaupun ada sumber air dari PDAM jumlahnya terbatas. Kemarau sekarang sudah dirasakan dampaknya oleh masyarakat khususnya petani. Sebab sawah tadah hujan sudah terlihat kering dan kekurangan air. Kebutuhan air diusahakan petani dengan mengambil dari sumur pantek.

“Kondisi cuaca yang sangat tidak menentu sulit diprediksi. Sebelumnya cuaca sangat panas tapi beberapa waktu lalu turun hujan sehari sangat deras dan sekarang panas lagi. Perubahan ini tetap kami waspadai dengan pemantauan penuh khususnya di wilayah rawan kekeringan dan Pemkab Sukoharjo menjamin kebutuhan air bagi masyarakat,” ujar Agus Santosa.

Agus mengatakan selalu mendapatkan laporan dari BPBD sesuai hasil pemantauan. Pada saat ini BPBD Sukoharjo masih melakukan pemantauan khususnya di wilayah rawan kekeringan. Hasilnya belum ditemukan masalah.

Petugas mendapati masyarakat masih bisa mendapatkan air bersih dari sumur dalam. Selain itu juga belum ada laporan dari masyarakat baik ke desa, kecamatan maupun BPBD.

“Sumur dalam di wilayah selatan Sukoharjo sudah sangat banyak. Tapi kalau ada kekurangan maka kami siap membantu dengan droping air bersih,” lanjutnya.

Diperkirakan masyarakat akan mengalami kekurangan air bersih pada Agustus beberapa bulan kedepan. Hal itu diperkirakan mengacu pada tahun sebelumnya.

“Perkiraanya seperti itu namun bisa saja berubah. Sebab sekarang terjadi kemarau basah. Dimana disaat masih ada hujan,” lanjutnya.

Secara teknis pengajuan permohonan air bersih bisa diajukan masyarakat ke pihak desa dan diteruskan ke kecamatan. Selanjutnya diteruskan ke BPBD Sukoharjo untuk mendapatkan kiriman bantuan. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PSS Mulai Bermain Sesuai Keinginan Seto

  SLEMAN (MERAPI) - Para pemain PSS Sleman mulai bermain seperti yang diinginkan Pelatih Kepala Seto Nurdiyantoro. Situasi itu terlihat

Close