PEMBERSIHAN LAHAN BANDARA TERSENDAT-Masih Ngotot Menolak Meski Sudah Punya Rumah Baru

MERAPI-AMIN KUNTARI Warga melihat-lihat rumah yang belum dirobohkan di lahan pembangunan bandara baru.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Warga melihat-lihat rumah yang belum dirobohkan di lahan pembangunan bandara baru.

TEMON (MERAPI) – Meski masih bertahan di area Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kecamatan Temon, sejumlah warga penolak disebut-sebut sudah memiliki rumah baru di luar area IPL. Dimungkinkan, rumah baru ini akan menjadi tempat tinggal mereka jika benar-benar harus keluar dari rumah sebelumnya.
Kepemilikan rumah baru ini dibenarkan salah satu warga penolak, Sofyan. Meski demikian, ditegaskannya bahwa rumah baru tersebut dibangun warga penolak menggunakan uang tabungan pribadi.
“Memang ada (rumah baru). Mereka bikin bukan dari ganti rugi sini, tetapi sudah ada celengan dari awal,” katanya, Jumat (29/6).
Sofyan menambahkan, rumah-rumah baru tersebut dibangun warga penolak tidak jauh dari area IPL. Namun, dirinya bukan termasuk orang yang memiliki rumah baru di tempat lain.
“Di dekat sini saja, lingkungan sini. Saya nggak ada makanya nggak pindah,” tegasnya.

Di rumah area IPL, Sofyan tinggal bersama istri, tiga orang anak dan orangtuanya. Dirinya menegaskan tetap akan tinggal di area IPL karena sudah berkomitmen untuk itu. Hingga kini, Sofyan pun tidak mengemas barang-barang di kediamannya karena sudah berikrar untuk tidak menyetujui proyek pembangunan Bandara NYIA.
“Kami akan mengkomunikasikan dengan kuasa hukum, sudah dilapori tentang ini. Kuasa hukumnya gabungan dari Kebumen, Yogya dan sebagainya, untuk membantu semua warga yang bertahan,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara NYIA dari PT Angkasa Pura I, Sudjiastono menegaskan, warga penolak yang sudah memiliki rumah di luar area IPL diminta untuk segera menempati. Dengan demikian, pembangunan Bandara NYIA bisa segera selesai.
“Warga jangan ikuti informasi yang tidak benar, menyesatkan. Secara aturan Undang-Undang, tidak ada hak mutlak warga negara. Ketika negara membutuhkan, sesuai dengan aturan yang berlaku, itu menjadi milik negara,” tegasnya.

Senada dengan Sudjiastono, pekerja lapangan dari PT PP, Adi Darmadi pun enggan menjelaskan kapan eksekusi rumah-rumah yang masih dihuni warga penolak akan dilakukan. Sejauh ini, pekerjaan yang dilakukan hanya membersihkan tanaman dan kandang yang sudah tidak ada isi ternaknya.
“Rencananya hari ini terakhir. Kalau rumahnya saya nggak tahu ya, belum ada informasi lebih lanjut,” ujarnya.
Adi mengklaim, pelaksanaan pekerjaan pembangunan Bandara NYIA berjalan lancar tanpa ada kendala. Ia bahkan menyebut seluruh warga menerima proyek nasional tersebut. Jika memang saat ini masih ada yang bertahan, menurut Adi itu bukan ranahnya.
“Itu bukan ranah saya. Nggak ganggu proses <I>land clearing<P>,” tegasnya.
Kelanjutan pekerjaan pembangunan Bandara NYIA dilakukan dengan pembersihan tanaman dan kandang yang tidak ada ternaknya. Pembersihan ini juga menyasar area warga penolak dengan pengamanan ketat dari petugas gabungan. Warga penolak sempat mengabadikan kegiatan tersebut dengan ponsel mereka. Sebagian meneriaki petugas, berusaha mendekati alat berat serta ada pula yang meneriakkan doa-doa. (Unt)

Read previous post:
Pacar Air Bantu Lawan Rematik

PACAR air termasuk jenis tanaman hias yang diyakini memiliki khasiat obat alami. Bagian tanaman yang berkhasiat antara lain daun, bunga

Close