SULTAN: HAK ATAS TANAH SUDAH LEPAS-Warga Penolak Bandara Harus Segera Pindah

MERAPI-AMIN KUNTARI Warga melihat-lihat rumah yang belum dirobohkan di lahan pembangunan bandara baru.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Warga melihat-lihat rumah yang belum dirobohkan di lahan pembangunan bandara baru.

UMBULHARJO (MERAPI)-  Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X angkat bicara terkait masih tersendatnya proses pembersihan lahan untuk pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo akibat adanya warga yang menolak dan masih tinggal di area lahan bandara. Sultan menyebut lahan pada area untuk calon Bandara NYIA kini sudah bukan hak milik warga, sehingga mereka yang masih bertahan di area lahan tersebut harus segera pindah.
Sri Sultan mengatakan bahwa bandara baru DIY itu akan segera dibangun lantaran Bandara Adisutjipto sudah tidak mampu memenuhi kapasitas penumpang pesawat yang datang ke DIY.
“Lah kan hak atas tanahnya (warga) sudah lepas. Yo mesti harus pindah, wong sudah mau dibangun,” kata Sultan HB X usai menghadiri syawalan di Balaikota Yogyakarta, Jumat (29/6).

Dia menegaskan, warga yang bertahan di area calon bandara di Kulonprogo untuk pindah karena waktu yang tersisa semakin mepet. Namun pihaknya tidak menyampaikan secara pasti terkait target pembangunan Bandara NYIA harus selesai kapan. Selama ini beredar rencana pemerintah mentargetkan pada tahun 2019 bandara itu sudah beroperasi.
“Sudah tidak ada waktu lagi. Kalau itu (target di 2019) Angkasa Pura. Saya tidak tahu,” ujar Sultan singkat sambil berlalu.
Seperti diketahui pada Kamis (29/6), PT Angkasa Pura I kembali melakukan pembersihan lahan yang menjadi lokasi calon Bandara NYIA di Kulonprogo. Pembersihan menggunakan alat berat sempat ricuh karena ada penolakan dari warga. Terutama warga yang beraktivitas menanam cabai yang masuk area calon Bandara NYIA. Pasalnya pembersihan menyentuh lahan cabai yang dinilai warga siap panen.
Sementara itu, area Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon Kulonprogo pada sisi yang masih dihuni warga penolak, akan mulai digarap pada Agustus mendatang. Rencananya, bagian ini akan digunakan untuk pembangunan tempat parkir, terminal dan underpass.

Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara NYIA dari PT Angkasa Pura I, Sudjiastono menegaskan, target operasional Bandara NYIA tetap tidak berubah, yakni pada April 2019. Tahun depan, pembangunan run way dipastikan sudah selesai.
“Nanti run way jadi, kuncinya itu. Kalau run way jadi, berarti bandara jadi, semua terlaksana,” katanya di sela memantau kelanjutan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Bandara NYIA, Jumat (29/6).
Sudji mengungkapkan, area yang hingga kini masih dihuni warga penolak nantinya akan digunakan sebagai tempat parkir, terminal dan underpass. Sekitar Agustus atau September, underpass tersebut sudah mulai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Kulonprogo.

“Sekitar Agustus-September sudah dikerjain oleh PU. Jalan-jalan ini dikerjain,” imbuhnya.
Terkait masih adanya rumah-rumah yang dihuni warga penolak, Sudji tetap berharap mereka bisa segera pindah agar mendapat kehidupan yang lebih baik. Di lokasi saat ini, pekerjaan pembangunan Bandara NYIA sudah berlangsung sehingga warga rentan terganggu banyaknya debu dan suara bising.
“Ya nanti kita lihat, kita harapkan masyarakat itu seperti yang saya bilang sejak awal untuk bisa pindah sehingga ada kehidupan lebih baik, nyaman. Kalau bertahan ada debu, tanah dan gangguan kebisingan,” terangnya.
Dijelaskan Sudji, sikap PT Angkasa Pura I dalam menanggapi warga yang bertahan masih baik-baik saja dan tetap berharap Bandara NYIA segera terbangun. Saat ini, masih banyak yang harus dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor pembangunan Bandara NYIA. (Tri/Unt)

 

Read previous post:
HIDAYAH – Rezeki Datang Tak Terduga

"...Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya,

Close