3 ORANG JADI TERSANGKA-Polisi Buru Aktor Intelektual Perusakan PN Bantul

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kombes Pol Hadi Utomo saat memberikan keterangan pers tentang penetapan tersangka perusakan PN Bantul.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kombes Pol Hadi Utomo saat memberikan keterangan pers tentang penetapan tersangka perusakan PN Bantul.

DEPOK (MERAPI)- Polda DIY bergerak cepat pascaperusakan ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Beberapa jam setelah kejadian, polisi menangkap tiga orang pelaku perusakan, Kamis (28/6) malam. Kepada polisi, mereka mengaku disuruh seseorang untuk melakukan perusakan. Dalang perusakan itulah yang kini diburu.
Identitas ketiga tersangka yang sudah ditahan yakni NK (22) dan SM (32) keduanya warga Pajangan, Bantul serta AS (18) warga Sewon, Bantul. “Setelah dilakukan penangkapan, ketiganya ditahan di Polres Bantul, sesuai lokasi kejadian perkara,” ujar Direktur Reskrim Umum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo kepada wartawan, Jumat (29/6).
Dia mengatakan, ketiganya ditangkap beberapa jam setelah aksi perusakan di PN Bantul. Menurut Hadi Utomo, penetapan status tersangka tersebut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi. Selain itu juga dari hasil analisa rekaman kamera CCTV yang terpasang di gedung PN Bantul. Dari temuan-temuan itulah polisi akhirnya mengidentifikasi tiga pelaku itu.

“Kita juga amankan barang bukti berupa selongsong kembang api, pecahan kaca, topi, pecahan pot dan batu bata, serta kumpulan rekaman video dan CCTV,” katanya.
Selain menangkap tiga tersangka, jelas Hadi, dari hasil penyelidikan, polisi juga mendapatkan pentunjuk adanya pelaku lain yang merupakan dalang aksi perusakan itu. Namun hingga saat ini, dalang atau aktor intelektual kejadian itu masih dalam pengejaran. “Pelaku mengaku melakukan perusakan karena ada yang menyuruh. Dalang perusakan itulah yang kini tengah kita kejar,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiga tersangka merupakan anggota ormas Pemuda Pancasila. “Tersangka ini memang anggota Pemuda Pancasila,” ujar Yulianto.
Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Tindak Pidana Secara Bersama-sama Melakukan Kekerasan Terhadap Orang atau Barang.

“Sementara itu satu orang yang diduga berperan sebagai penyuruh atau dalangnya bakal diancam Pasal 170 Jo Pasal 55 tentang ikut serta dalam tindak kekerasan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, sejumlah fasilitas Pengadilan Negeri (PN) Bantul dirusak oleh pengunjung sidang sesaat setelah hakim membacakan vonis 5 bulan penjara dengan masa percobaan 9 bulan terhadap terdakwa Doni Bimo Saptoto (40) warga Cepit Pendowoharjo Sewon Bantul yang juga Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) ormas Pemuda Pancasila Bantul, Kamis (28/6). Massa kecewa dengan vonis itu dan meluapkannya dengan merusak gedung PN.
Sejumlah fasilitas yang rusak di antaranya LED Smart 55 inc, monitor CCTV, mesin faksimile, meja pelayanan informasi dan pengumuman, kaca jendela kantor, kursi tunggu pelayanan, pintu kantor, banner informasi dan pelayanan serta pot bunga dan tanaman.
Tindakan anarkis itu terjadi sesaat setelah vonis terhadap terdakwa selesai dibacakan. Setelah vonis dibacakan, massa berteriak-teriak dengan yel yel. Kemudian selang beberapa saat, mereka spontan memecah kaca di sisi timur ruang sidang dan disusul perusakan lain. (Shn)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Ribuan Masyarakat Minta Rekomendasi SKTM

MLATI (MERAPI) - Ratusan masyarakat terus memadati kantor Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Sleman Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY

Close