Membunuh Ibu Kandung

 

ilustrasi
ilustrasi

KASUS pembunuhan seorang guru SD, Debora Sriani Setyawati (50) di rumah orangtuanya di Senjoyo II Bugangan Semarang, Kamis malam pekan lalu, menghebohkan masyarakat. Debora ditemukan tewas mengenaskan, dengan kondisi luka di bagian kepala. Kasus tersebut sempat menjadi misteri siapa pelaku yang tega berbuat sesadis itu. Ternyata, berdasar penyelidikan intensif polisi, pelakunya anak sulung korban, Rb (25). Diduga motifnya masalah keluarga.

Meski polisi berhasil menangkap pelaku, namun tanda tanya besar masih bergelayut di benak masyarakat. Mengapa ada anak setega itu menghabisi nyawa ibu kandungnya. Ketika ditangkap di tempat persembunyiannya di Ungaran, pelaku juga mengaku terus terang telah membunuh ibu kandungnya dengan cara menusuk dengan senjata tajam di bagian kepala.

Setan apa yang telah merasuki jiwa Rb sehingga tega berbuat sekeji itu. Spekulasi pun bermunculan, jangan-jangan Rb mengalami gangguan jiwa. Bila itu yang terjadi, niscaya yang bersangkutan bakal terbebas dari jeratan hukum. Sebab, orang yang mengalami kelainan jiwa atau gila, perbuatannya tak bisa dipertanggungjawabkan di depan hukum.

Namun sebelum sampai pada kesimpulan itu harus dilakukan pemeriksaan oleh ahli. Melihat kronologi kejadiannya, boleh jadi Rb tidak gila melainkan hanya emosinya tidak stabil. Kondisi demikian tak menghapus unsur pidananya. Artinya, ia tetap dimintai pertanggungjawaban hukum.
Apalagi, Rb bisa berpikir untuk melarikan diri setelah membunuh ibunya. Dengan begitu, besar kemungkinan Rb tidak mengalami gangguan jiwa melainkan hanya emosinya yang tidak stabil sehingga dapat dipidana atas perbuatannya.

Ini juga menjadi pelajaran bagi para orangtua untuk lebih memperhatikan anaknya. Bila kondisi emosi anak tidak stabil, semestinya diberi pendampingan sehingga tidak berbuat nekat. Sebaliknya, bila dibiarkan justru akan semakin menjadi-jadi. Sedang kalau ditemukan ada kelainan dalam kejiwaan, tentu harus diterapi secara khusus.

Rasanya sulit diterima akal sehat, bagaimana mungkin seorang anak tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri. Kalau motifnya masalah ekonomi, misalnya, mengapa sampai harus menghilangkan nyawa sang ibu ? Kejadian seperti ini sungguh membuat kita trenyuh sekaligus jengkel. Rb benar-benar anak durhaka yang tidak pernah menghargai pengorbanan ibu yang telah membesarkan dan mengasuhnya. Pengorbanan ibu malah dibalas dengan tindakan keji yang merenggut nyawanya. (Hudono)

Read previous post:
DIDAKWA LAKUKAN PENCEMARAN NAMA BAIK- Vokalis Rock Edane Eky Lamoh Diadili

  BANTUL (MERAPI) - Vokalis Edane, Alexander Theodore Lamoh atau Ecky Lamoh (57), warga Perum Trimulyo Blok III Jetis Bantul

Close