DIDAKWA LAKUKAN PENCEMARAN NAMA BAIK- Vokalis Rock Edane Eky Lamoh Diadili

 

Terdakwa saat menjalani persidangan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa saat menjalani persidangan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Vokalis Edane, Alexander Theodore Lamoh atau Ecky Lamoh (57), warga Perum Trimulyo Blok III Jetis Bantul mulai diajukan ke muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (28/6). Terdakwa didakwa telah melakukan pencemaran nama baik dengan menuduh kakak iparnya Hadi Sutoyo sebagai tersangka dan memposting ke facebook.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Hartana SH di hadapan hakim ketua Sri Tanjung SH disebutkan, pada awalnya pada 2013 terdakwa melaporkan kakak iparnya Hadi Sutoyo dan istrinya Dana Christina ke Polres Bantul dengan dugaan penipuan dan penggelapan sertifikat tanah.

Namun setelah 2 tahun terdakwa melaporkan perkaranya merasa laporannya mengendap di Polres Bantul. Sehingga timbul niat terdakwa untuk membuat atau menyebarkan informasi melalui akun facebook milik terdakwa tentang laporan agar diketahui publik maupun oleh pimpinan Kepolisian Republik Indonesia.

Selanjutnya pada 22 September 2015 di depan Kantor DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terdakwa membuat dan memposting status di halaman facebook dengan account Ev Alex Lamoh yang kemudian diubah menjadi Ecky Lamoh.

Dalam membuat postingan status di facebook tersebut terdakwa menyebutkan status hukum saksi Hadi Sutoyo sebagai tersangka penipuan dan penggelapan sertifikat. Sedangkan pada waktu itu perkara yang dilaporkan terdakwa di Polres Bantul tersebut masih dalam proses penyidikan dan belum ditetapkan tersangkanya.

Tetapi terdakwa dengan sengaja memposting status saksi Hadi Sutoyo sebagai tersangka. Padahal terdakwa tidak memiliki kewenangan atau hak untuk mempublikasikan status hukum seseorang dengan menyatakan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Sehingga status di dinding facebook yang diposting terdakwa tersebut bersifat publik sehingga dapat diakses oleh setiap orang pengguna facebook. Pada 2 Oktober 2015 bertempat di rumah saksi korban Hadi Sutoyo baru mengetahui status yang diposting terdakwa lalu melaporkan ke Polda DIY.
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (3) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik sebagaimana diubah dengan UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Status Pelajar, Cah Klitih Tak Ditahan

  YOGYA (MERAPI)- Satu tersangka kasus pembacokan oleh cah klitih di Jalan Bausasran Danurejan Yogya, Ah (16) warga Mrisi Tamantirto

Close