Status Pelajar, Cah Klitih Tak Ditahan

 

Kapolresta Yogya menunjukkan senjata tajam milik pelaku.(MERAPI-NOOR RIZKA)
Kapolresta Yogya menunjukkan senjata tajam milik pelaku.(MERAPI-NOOR RIZKA)

YOGYA (MERAPI)- Satu tersangka kasus pembacokan oleh cah klitih di Jalan Bausasran Danurejan Yogya, Ah (16) warga Mrisi Tamantirto Kasihan Bantul, tidak ditahan polisi karena berstatus pelajar. Meski demikian, kasusnya tetap berjalan sesuai hukum yang berlaku. Ah berperan sebagai joki atau pengemudi motor yang memboncengkan tersangka utama, St (17) warga Parawirodirjan Gondomanan Yogya.

“Tidak kami tahan. Yang bersangkutan kami titipkan kepada orangtuanya, tapi proses hukum tetap jalan,” kata Kapolresta Yogya AKBP Armaini dalam jumpa pers di Polresta Yogya, Kamis (28/6) siang.

Meski tersangka sama-sama masih di bawah umur, polisi menerapkan kebijakan yang berbeda. Sn merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor. Ia tercatat dua kali melakukan pencurian tersebut. Bahkan, Sn baru keluar dari lembaga pemasyarakatan pada Januari silam. Selain itu, ia sudah tidak bersekolah.

“Tersangka Sn merupakan residivis kasus curanmor, sehingga harus kami tahan,” ujar orang nomor satu di Polresta Yogya.

Seperti diberitakan, pembacokan dipicu masalah rebutan pacar. Kelompok tersangka dan korban sepakat menyelesaikan masalah itu di Jalan Hayam Wuruk pada Jumat (22/6) silam. Dalam pertemuan tersebut, sudah ada kesepakatan damai. Tapi, usai pertemuan tersebut, salah satu kelompok tersangka menendang kelompok korban.

“Ditendang tapi tidak kena. Mereka lalu janjian ketemu lagi lewat whatsApp,” jelasnya.
Dalam percakapan di whatsApp, kelompok korban mengatakan jika kelompok tersangka penakut dan banci. Kelompok korban juga melontarkan kata-kata kasar. Hal itu membuat kelompok tersangka panas.

Mereka lantas janjian kembali dan sepakat bertemu di simpang empat Gayam.
“Sn mengajak Ah dan teman lainnya untuk mencari kelompok korban. Sampai di simpang Gayam, mereka tidak bertemu kelompok korban. Lalu mengendarai motor ke arah Jalan Bausasran,” paparnya.
Sampai di depan salon Modern, kelompok tersangka dilempar batu oleh orang tak dikenal. Kemudian Sn langsung mengeluarkan pedang dan menyabetkan ke arah korban.

Serangan Sn mengenai kepala korban bagian depan. Korban mengalami retak tulang tengkorak dan pendarahan dinding tengkorak kepala. Korban langaung dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan tersangka kabur. Sehari kemudian, polisi berhasil meringkus tersangka. (Riz)

 

Read previous post:
Dugaan Pelanggaran Kampanye, Panwaskab Mintai Keterangan Sejumlah Saksi

SUKOHARJO (MERAPI) - Panwaskab Sukoharjo meminta keterangan sejumlah orang saksi terkait kasus dugaan pelanggaran Pilgub Jawa Tengah 2018 di Desa

Close