GUBERNUR DIY SRI SULTAN SYAWALAN DI SLEMAN – Pengambilan Material Vulkanik Agar Tak Berlebihan

MERAPI-AWAN TURSENO Sri Sultan Hamengkubuwono X berjabatangan dengan masyarakat Sleman.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sri Sultan Hamengkubuwono X berjabatangan dengan masyarakat Sleman.

SLEMAN (MERAPI) – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menegaskan, pengambilan material vulkanik sisa erupsi pada tahun 2010 yang terdapat di lereng Gunung Merapi, agar secara bijak dengan tidak menggunakan alat-alat berat serta berlebihan dalam pengambilan. Aktivitas tersebut dinilai mampu memberikan efek tidak baik dan mampu merusak lingkungan.
Hal ini disampaikan Sri Sultan Hamengkubuwono X, saat menghadiri syawalan yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (26/6). Dalam kesempatan tersebut juga hadir GKR Hemas, Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah DIY.

Ditambahkan Sultan, Merapi merupakan gunung yang paling aktif di Indonesia. Karakteristik Gunung Merapi memiliki rutinitas dan aktivitas tersendiri. Untuk itu dirinya menghimbau agar warga Sleman tetap proporsional dan tetap berhati-hati.

“Memang kemarin mengeluarkan gas, tapi Alhamdulillah tidak ada wedus gembel kan gitu. Yang membahayakan itu wedus gembelnya selain lava,” kata Sultan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyampaikan secara langsung kepada Sultan terkait kondisi Kabupaten Sleman beberapa minggu lalu, yaitu terjadinya sejumlah erupsi freaktik di Gunung Merapi.

Dijelaskan, mulai 21 Mei 2018, status Gunung Merapi telah dinaikkan dari level Normal ke level Waspada. Sejak tanggal 11 Mei hingga 1 Juni telah terjadi 12 letusan freatik yang menunjukkan tingginya aktivitas vulkanik.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemkab Sleman telah melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana serta melakukan langkah sosialisasi kepada warga masyarakat, disetiap dusun dan sekolah-sekolah yang berada di sekitar lereng Merapi tentang langkah-langkah kesiapsiagaan.

Menurut Sri Purnomo, adanya kondisi tersebut warga Sleman telah belajar dari pengalaman sebelumnya dengan menunjukkan kesiapsiagaan bencana. Terlebih, saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkoordinasi dengan BPPTKG untuk menetapkan langkah-langkah tindak lanjut penanggulangan bencana yang mungkin diperlukan.

“Melalui momentum silaturahim Hari Raya Idul Fitri ini akan semakin meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Kabupaten Sleman khususnya, dan DIY umumnya. Sehingga, apapun aktivitas Gunung Merapi mendatang dapat ditanggulangi dan dihadapi dengan baik,” pungkasnya. (Awn)

 

Read previous post:
Petugas Buru Pemasang Spanduk Ajakan Golput Pilgub di Nguter

SUKOHARJO (MERAPI) - Sebuah spanduk diduga provokasi berisi ajakan tidak menggunakan hak pilih atau golput dalam Pilgub Jawa Tengah 2018

Close