Pemudik Melahirkan di Atas KA

SEMARANG (MERAPI) – Seorang pemudik melahirkan di atas kereta api (KA) dalam perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya. Menurut keterangan Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang Suprapto, Minggu (17/6) malam, penumpang tersebut bernama Nuzulul Hikmah (23), warga Dusun Makalah, Desa Komis, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Ia naik KA 7028 Kertajaya Lebaran relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi dengan nomor tempat duduk 13-B kereta Ekonomi 4.

Saat itu Nuzulul merasakan kontraksi dan suaminya, Jamil (32) segera lapor ke kondektur saat berada di Stasiun Kaliwungu. Merespon laporan tersebut, kondektur segera melihat kondisi Nuzulul dan mengumumkan kepada penumpang lain menanyakan apakah ada yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan.

“Kebetulan di dalam kereta tersebut ada salah seorang penumpang yang berprofesi sebagai bidan, sehingga yang bersangkutan segera membantu proses persalinan Bu Nuzulul Hikmah dengan dibantu kru KA Kertajaya Lebaran. Persalinan tersebut dilakukan dalam perjalanan di petak jalan antara Mangkang dan Jerakah,” jelas Suprapto dilansir Antara.

Proses persalinan berjalan lancar dan bayi lahir dengan selamat tepat pukul 15.27 WIB, berjenis kelamin perempuan dengan berat 2,5 kg. Setiba di Stasiun Semarangtawang, Nuzulul beserta bayinya segera dirujuk ke Rumah Sakit Panti Wilasa, Semarang, untuk menjalani perawatan.

“Ibu dan bayinya menjalani observasi selama lebih kurang tiga jam di Ruang Ibu dan Anak. Kemungkinan besar hari Senin sudah bisa keluar dan kembali melanjutkan perjalanan ke Surabaya,” ppar Suprapto.

Pihak PT KAI Daop 4 Semarang sudah menyiapkan tiket untuk keluarga Jamil yang akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Sedang terkait dengan pembiayaan, dia mengatakan secara aturan, biaya perawatan bagi penumpang tersebut tidak ditanggung asuransi Jasa Raharja. Namun biaya perawatan bagi Nuzulul Hikmah beserta bayinya dibiayai oleh Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro.

“Bayi tersebut selanjutnya diberi nama Faridatul Jamilah. Dia merupakan anak kedua dari pasangan Jamil dan Nuzulul Hikmah,” katanya.

Lebih lanjut, Suprapto mengimbau seluruh penumpang khususnya ibu hamil yang menumpang KA jarak jauh agar mematuhi aturan mengenai ketentuan perjalanan bagi ibu hamil. Dalam hal ini, ibu hamil yang boleh naik KA jarak jauh jika usia kehamilannnya 14-28 minggu. Jika di luar usia kehamilan 14-28 minggu, wajib membawa surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan, kandungan dalam keadaan sehat, tidak ada kelainan dalam kandungan, dan wajib didampingi oleh minimal satu orang pendamping dewasa saat naik KA jarak jauh.

“Dalam kejadian ini, yang bersangkutan sudah didampingi oleh suaminya,” tandas Suprapto. (Ant)

Read previous post:
Cokelat Turunkan Risiko Pembekuan Darah

MINUMAN berbahan alami seperti perpaduan buah blewah, melon, nangka dan alpukat termasuk asupan sehat. Selain minuman berbahan buah-buahan, minuman berbahan

Close