Setyo Ditemukan Tewas Penuh Luka

ilustrasi
ilustrasi

SEMARANG (MERAPI) – Setyo Sasiam Utomo, laki-laki berusia 21 tahun, Jumat (15/6) pagi sekitar pukul 04.30 WIB, ditemukan tewas tergetak di jalan Mr K Chandra Birawa Gunungpati Semarang. Tubuh warga Sumurjurang, dekat Bumi Perkemahan Karanggeneng, Gunungpati ini dipenuhi luka mengenaskan, terutama pada bagian wajah. Kedua lubang hidungnya mengalir darah segar. Diduga korban meninggal akibat pengeroyokan dan dilempari batako.

Pihak kepolisian di lokasi kejadian depan sebuah toko besi, selain mayat juga menemukan kaos biru dengan penuh noda bercak darah milik korban, potongan kayu serta sejumlah batu batako. Benda-benda itu yang diduga oleh para pelaku untuk menghabisi korban. “Kondisi luka korban, terutama pagian wajah cukup mengenaskan, bahkan dari lubang hidung masih mengalir darah,” ungkap Trimo Wahyudi (42), seorang saksi. Hal ini dibenarkan rekannya sesama anggota Satpam Mulyadi (37), yang juga warga Gunungpati.

Sementara pihak Polsek Gunungpati dalam upaya mengungkap misteri kematian Setyo selain meminta keterangan kedua Satpam, juga beberapa orang saksi lain, termasuk empat pemuda yang diduga keras terlibat kasus pengeroyokan sadis tersebut.

Mengenai latar belakang peristiwa pengeroyokan ini belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian yang mengirim mayat korban ke kamar mayat RSUP dr Kariadi Semarang tengah sibuk mengorek keterangan para saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Sebelum mayat Setyo ditemukan, dua saksi Satpam Trimo Wahyudi dan Mulyadi yang tengah melaksankan tugas jaga di kantor Dikti tidak jauh dari lokasi kejadian, pada pagi sekitar pukul 03.30 dikejutkab suara gaduh dan teriakan. Kedua saksi yang meyakini ada kejahatan, bergegas menghubungi Polsek Gunungpati lewat telpon. Saat polisi sampai di lokasi kejadian, sudah ditemukan mayat Setyo. Oleh polisi jenazahnya dikirim ke kamar mayat RSUP dr Kariadi untuk diotopsi, sebelum dimakamkan pihak keluarga. (Sky)

Read previous post:
Tari Saman Gayo Jadi Warisan Dunia

SIAPA yang tak kenal Tari Saman Gayo yang dinamik itu? Sejak tahun 2011 dikukuhkan oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan

Close