TITIEK SOEHARTO: Bangsa Sedang Menghadapi Persoalan Besar

MERAPI-TEGUH Ketua Partai Berkarya Tommy Soeharto, Ketua Dewan Penasehat Mbak Titiek dan Priyo Budi Santoso Sekjen Partai Berkarya.
MERAPI-TEGUH
Ketua Partai Berkarya Tommy Soeharto, Ketua Dewan Penasehat Mbak Titiek dan Priyo Budi Santoso Sekjen Partai Berkarya.

SEDAYU (MERAPI) – Bangsa ini sedang dihadapkan pada persoalan besar. Ketika lebih dari tujuh juta tenaga kerja menganggur, dalam waktu yang bersamaan juga dibanjiri tenaga kerja asing yang merampas hak-hak tenaga kerja bangsa sendiri. Di samping itu sebagai bangsa yang memiliki sumber daya alam melimpah, namun belum bisa secara maksimal memanfaatkannya untuk kesejahteraan rakyat. Terbukti berbagai kebutuhkan pokok rakyat seperti beras bahkan garam sekalipun masih banyak impor dari negara lain. Demikian diungkapkan Siti Hediyati Soeharto SE, anggota DPR RI Dapil DIY pada acara Konsolidasi Pemenangan Partai Berkarya DIY di Museum Memorial Soeharto, Kemusuk, Sedayu, Bantul, Senin (11/6) petang.

Menurut Mbak Titiek, sapaan putri keempat mantan Presiden RI kedua ini, Partai Golkar sebagai salah satu partai besar yang ikut menyokong pemerintah ternyata tidak bisa berbuat banyak dalam mengambil sikap berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Sebaliknya justru masuk dalam pusaran sistem yang tidak lagi memperjuangan nasib rakyat.

“Saya sedih, ingin menjerit menyuarakan suara rakyat tapi tidak mampu berjalan sendiri. Untuk itu saya memutuskan keluar dari Partai Golkar. Golkar tidak butuh saya, saya lebih dibutuhkan di Partai Berkarya,” tandas Mbak Titiek yang anggota Komisi IV DPR RI.

Meski begitu dia sadar kalau keputusan ini cukup berat, karena berjuang di partai yang relatif anyar banyak tantangan dan tidak ringan. Hal itu sudah dipikirnya masak-masak, untuk kembali melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa ini mewujudkan masyarakat adil dan makmur, pekerjaan berat ini harus dihadapinya.

Sementara Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dalam pidato politiknya mengungkapkan, perjalanan 20 tahun reformasi bangsa ini menurut Bank Indonesia sudah memiliki utang Rp 5000 Triyun, ini sangat memprihatinkan. Lantas kapan bangsa ini menjadi bangsa yang maju, kalau kemampuan serta SDA yang berlimpah tidak dimanfaatkan.

“Sehingga dalam Rapim ke III di Solo, kita menargetkan setidaknya 80 kursi di DPR RI. Ini bukan hal yang muluk meski tidak mudah, harus ditempuh dengan kerja keras nantinya” tegasnya.

Dengan target itu, setidaknya Partai Berkarya bisa memberikan kontribusi nyata dalam menyeimbangkan kebijakan-kebijakan pemerintah agar pro pada kepentingan rakyat. Untuk mewujudkan target itu menurut dia, akan terus menumbuhkan 1000 relawan di setiap kabupaten/kota. Ini konsekuensi besar yang harus dihadapi oleh setiap partai yang baru muncul.

Hadir dalam konsolidasi itu selain Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso juga jajaran dan petinggi pengurus DPW dan DPD Partai Berkarya se DIY. Sejumlah bakal calon legislatif (Bacaleg) partai juga tampak hadir dalam acara itu. (Teguh)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SIDANG PENIPUAN INVESTASI- Terdakwa Gunakan Uang untuk Kepentingan Pribadi

  BANTUL (MERAPI)- Seorang distributor telur, MR (31) warga Purworejo Jawa Tengah telah menggunakan uang investasi bisnis jual beli telur

Close