GELAR PRAREKONSTRUKSI, POLISI: MOTIFNYA SALAH SASARAN-Pembacokan Mahasiswa UGM Direncanakan

MERAPI-ISTIMEWA Tersangka Ay saat melakukan prarekonstruksi pembacokan mahasiswa UGM.
MERAPI-ISTIMEWA
Tersangka Ay saat melakukan prarekonstruksi pembacokan mahasiswa UGM.

YOGYA (MERAPI) – Polisi melakukan pra rekonstruksi pembacokan di Simpang Empat Mirota Kampus Jalan C Simanjuntak Yogya yang menewaskan mahasiswa UGM Dwi Ramadhani Herlangga (26), Selasa (12/6) dini hari. Dalam pra rekonstruksi ini, tersangka cah klitih, Ay (19) warga Jetis Yogya, memperagakan 20 adegan di 7 titik. Dalam prarekonstruksi itu, diketahui jika dua cah klitih ini sudah merencanakan melakukan pembacokan.
Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo kepada wartawan kemarin menjelaskan, pihaknya memback-up Polresta Yogya dalam menyidik kasus ini. Prarekontruksi dilakukan untuk mengetahui detail peristiwa pembacokan serta kemungkinan adanya saksi maupun alat bukti tambahan.
Prarekonstruksi dilaksanakan mulai pukul 00.00 hingga 01.30. Hasilnya, sudah sesuai dengan pengakuan tersangka maupun alat bukti yang ada. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan jika akan dilaksanakan rekonstruksi lagi, untuk memastikan berkas perkara sudah lengkap.

Dalam prarekonstruksi tersebut, satu pelaku lain, Mw (15) tidak dihadirkan dengan alasan bukan pelaku utama. Mw berperan sebagai joki atau orang yang memboncengkan Ay. Meski demikian, ada kemungkinan jika Mw akan dihadirkan dalam rekonstruksi berikutnya.
Dalam prarekonstruksi itu juga diketahui bahwa motif pembacokan bukan balas dendam. Melainkan penganiayaan yang sudah direncanakan. Pasalnya Ay, menyimpan sajam jenis bendo di sekitar lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Yogya Kompol Sutikno menambahkan, prarekonstruksi dilakukan mulai dari AY nongkrong bersama teman-temannya lalu mengambil sajam, melakukan pembacokan dan meninggalkan TKP usai membacok korban. Sedikitnya 20 adegan diperagakan dalam prarekonstruksi tersebut.

Sedangkan lokasi rekonstruksi mulai dari dekat SMP negeri di sekitar TKP, lalu tersangka bersama temannya pindah ke sebuah warung di dekat rumah sakit. Di warung, juga diperagakan saat Ay dilempari batu oleh kelompok tak dikenal. Dia lalu mengambil sajam dan mencari orang yang melemparinya. Ternyata dia mendapati korban yang membonceng rekannya. Dengan alasan motor korban sama dengan pelaku yang melemparinya, pelaku pun membacok korban.
“Motifnya bukan balas dendam tapi salah sasaran. Tapi kejahatan jalanan yang sudah direncanakan,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwi Ramadhani Herlangga (26) warga Jalan Kelapa Sawit, Plamongansari, Pandurungan, Semarang tewas dibacok cah klitih di simpang empat Terban, Jalan C Simanjuntak Gondokusuman Yogya, Kamis (7/6) pagi. Korban diserang pelaku usai membagikan makan sahur gratis untuk warga tak mampu. Dua hair berselang, pelaku pembacokan, Ay dan Mw ditangkap.  (Riz)

 

Read previous post:
MERAPI-HUMAS POLSEK CANGKRINGAN Pelaku ambruk setelah diamuk massa.
PELAKU DIMASSA, MOBIL DIRUSAK-Pecatan TNI Nyuri Pisang

CANGKRINGAN (MERAPI)-  Gara-gara kepergok mencuri 3 tandan buah pisang, seorang pecatan anggota TNI, DS warga Pare, Ngabean, Secang, Magelang bonyok

Close