2 PELAKU MASIH BURON-Polisi Tangkap Pembobol 18 Rumah Kosong

MERAPI-SAMENTO SIHONO Salah satu pelaku pembobol rumah kosong saat menjalani pemeriksaan.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Salah satu pelaku pembobol rumah kosong saat menjalani pemeriksaan.

TEMPEL (MERAPI)- Aparat Polda DIY dan Polsek Tempel, Sleman mengamankan anggota komplotan pencuri spesialis rumah kosong yang sudah beraksi 18 kali di Yogya. Dua orang pelaku, masing-masing GA warga Nusa Tenggara Barat dan SA warga Samigaluh, Kulonprogo diamankan beserta barang bukti berupa laptop hasil curian yang belum sempat dijual. Dua pelaku lain dalam komplotan ini masih buron.
Panit Reskrim Polsek Tempel Ipda Farid M Noor kepada wartawan, Selasa (12/6) menjelaskan, tersangka GA ditahan di Polsek Tempel, sedangkan SA ditahan di Polda DIY karena yang bersangkutan juga melakukan pencurian di wilayah Kalasan.
Dijelaskan, dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku mempunyai peran masing-masing, di mana SA bertugas sebagai sopir mobil, sedangkan GA yang mengawasi situasi sekitar. “Sementara dua orang yang menjadi eksekutor masih dalam pengejaran petugas,” ujar Ipda Farid.

Menurut Farid, komplotan ini telah melakukan aksinya berulang kali. Modus yang digunakan pelaku yakni dengan berkeliling mencari sasaran rumah kosong yang ditinggal pemiliknya.
“Komplotan ini spesialis pencurian rumah kosong. Pelaku mengakui melakukan pencurian dengan pemberatan sudah lebih dari 18 lokasi, tapi sebagian korban tidak melapor,” jelasnya.
Dijelaskan Farid, kasus pencurian ini terungkap usai pelaku melakukan pencurian di Dusun Temanggung, Tambakrejo, Tempel pada pelaku lalu. Saat itu pelaku masuk dalam rumah dengan cara mencongkel pintu dan jendela dengan menggunakan linggis.

Setelah pintu terbuka, pelaku lantas masuk dalam rumah dan mengambil sejumlah barang berharga, termasuk laptop kemudian membawa kabur. Namun naas, saat hendak menjual barang curian, kedua pelaku berhasil ditangkap polisi.
“Kedua pelaku ditangkap di rumah kos daerah Kopeng Jawa Tengah, beserta barang bukti laptop serta tas berisi koin logam Rp 15 ribu,” ujar Farid. Polisi kemudian mengembangkan dengan memburu dua pelaku lain. Namun hingga kemarin belum membuahkan hasil.
Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian hingga Rp 5 juta. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 363 KHUP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.  (Shn)

 

Read previous post:
Nelayan Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

YOGYA (MERAPI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta mengimbau para nelayan mewaspadai gelombang tinggi di perairan Laut Selatan, Yogyakarta,

Close