Target Bertahan PSIM Masih Realistis

 

YOGYA (MERAPI) – Masih tertahan di dasar klasemen sementara Grup Timur dengan defisit satu poin pada kompetisi Liga 2 musim 2018, tak membuat semangat para pemain PSIM Yogya kendor. Target untuk bisa bertahan pada kompetisi kasta kedua di Indonesia tersebut masih dianggap realistis mampu dipenuhi pada akhir musim ini.

 

Apa yang kini dialami PSIM memang dalam kondisi sulit. Memulai kompetisi dengan sanksi pengurangan 9 poin, menjadikan beban psikis yang cukup berat bagi Hendika Arga Permana dan kawan-kawan. Pada laga perdana, tim berjuluk Laskar Mataram ini gagal menuai poin ketika bertandang ke markas Persepam Madura Utama. Setelah itu, laga kedua juga tak mampu dimaksimalkan usai ditahan imbang tanpa gol oleh PS Mojokerto Putra di kandang.

 

Meski demikian, harapan perlahan muncul ketika melakoni laga pekan ketiga ke kandang PSBS Biak dengan raihan satu poin. Tren positif mulai meningkat dengan kemenangan di kandang Persegres Gresik United. Sebelum libur puasa dan lebaran, kemenangan kedua diraih PSIM ketika menjamu Persiba Balikpapan.

 

“Kami masih optimistis bisa bertahan di Liga 2. Saat ini memang kondisinya sulit. Namun bukan hal mustahil untuk bisa meraih target bertahan. Meski kini di dasar klasemen dan masih minus satu poin, kami masih punya banyak pertandingan ke depan yang bisa dimaksimalkan. Kami berharap para pemain bisa menjaga motivasi untuk meraih hasil maksimal di setiap pertandingan, baik main di kandang sendiri maupun kandang lawan,” ungkap Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastowo di Yogya, Selasa (12/6).

 

Melihat perjuangan yang sudah ditampilkan di lima laga awal, Jarot menganggap jika semangat yang ditunjukkan para pemain cukup bagus. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga semangat para pemain ini. Mereka sudah punya beban di awal kompetisi dengan sanksi pengurangan 9 poin. Padahal mereka di sini tak melakukan dosa apa-apa. Tapi ini jadi perjalanan berat bersama yang harus kami lalui di musim ini,” ujarnya.

 

Meski dengan kondisi serba terbatas, tak terkecuali soal pendanaan, Jarot menyebutkan jika pihaknya terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. “Bagaimana pun caranya kami tetap mengusahakan untuk tim tetap jalan. Finansial memang jadi kendala. Tapi itu bukan alasan utama tim untuk tidak mampu meraih hasil maksimal. Sejauh ini masih bisa diatasi. Kami harus bisa finis minimal di peringkat 8-9,” tuturnya.

 

Dihubungi terpisah, Manajer PSIM, Erwan Hendarwanto mengatakan bahwa timnya saat ini dalam kondisi yang cukup bagus. “Kami sangat menyadari bahwa tim ini bukanlah tim yang sempurna. Namun, dua laga terakhir yang bisa kami raih kemenangan, itu jadi modal untuk laga selanjutnya setelah libur lebaran nanti. Saat ini kondisi tim tengah dalam kondisi bagus dan kami coba untuk mempertahankannya. Kalau bisa malah ditingkatkan,” katanya.

 

Dengan sederet jadwal yang cukup pada usai libur lebaran, Erwan mulai mengantisipasinya dengan program latihan fisik yang nantinya disusun oleh tim pelatih. “Mungkin jadi pengalaman di musim-musim sebelumnya, setelah lebaran pemain harus digenjot fisiknya oleh Pak Bagyo. Tapi kami berharap pemain juga tahu diri dengan menjaga kondisi ketika libur. Menu makanan lebaran memang cukup menggiurkan tapi bisa dijaga agar saat persiapan setelah libur nanti juga cepat menyesuaikan diri,” paparnya.

 

Ditambahkan Erwan, melihat persaingan yang ada di Grup Timur saat ini, memang diakuinya cukup berat. Akan tetapi, untuk bisa berada di luar zona degradasi, pihaknya masih cukup optimistis. “Setiap laga kami targetkan untuk bisa menang. Apapun kondisinya, kemenangan mutlak jadi target utama. Bukannya kami kemudian merasa di atas tapi malah sebaliknya. Dengan posisi saat ini di bawah, mau tak mau harus meraih kemenangan sebanyak mungkin, siapapun lawannya, dimana pun kami bermain,” imbuhnya. (Oro)

Read previous post:
TERGABUNG DI GRUP 4 LIGA 3 NASIONAL – Persiba Anggap Persijap Jadi Pesaing

  BANTUL (MERAPI) - Pelatih Persiba Bantul, Suwandi HS tetap mewaspadai kehadiran Persijap Jepara yang bersama satu grup di Grup

Close