ANEKA JENIS AGLAONEMA TAMPIL CANTIK – Bisa Bermutasi Harga Dibanderol Mahal

MERAPI-SULISTYANTO Agus Choliq saat mengecek beberapa aglaonema koleksinya di Krokot Nursery.
MERAPI-SULISTYANTO
Agus Choliq saat mengecek beberapa aglaonema koleksinya di Krokot Nursery.

TANAMAN hias aglaonema masih tetap eksis sampai saat ini. Tak sedikit pecinta aglaonema bahkan berusaha bisa mengoleksi aneka jenis tanaman yang menonjolkan keindahan daun-daunnya ini. Ketika dipajang di kompleks rumah, kantor, hotel serta lokasi kuliner akan memberi nilai artistik tersendiri.

Menurut kolektor dan pelaku jual-beli aglaonema R Agus Choliq SE MM, kecantikan dari aneka jenis tanaman ini dapat dilihat sejak masih anakan. Variasi daun, corak serta warna-warni setiap jenis aglaonma begitu khas. Ada lagi yang mampu bermutasi, sehingga bisa beda warna dengan aslinya dan justru mempunyai harga lebih tinggi. Di lokasi usahanya Krokot Nursery kawasan Paten Tridadi Sleman, ia pun mengoleksi beberapa jenis aglaonema mutasi.

“Warna-warni daun aglaonema bernuansa indah dan cantik, sehingga tak perlu menunggu tanaman berbunga agar tampil lebih indah. Beberapa jenis aglaonema harganya termasuk tinggi, apalagi yang bermutasi maupun pernah juara kontes,” papar Agus, baru-baru ini.
Jenis aglaonema bermutasi yang dikoleksi, misalnya widuri dengan harga kisaran Rp 15 juta. Jika masih asli atau tak bermutasi biasa dibanderol Rp 150.000 perpot. Ada lagi rubi kompakta, jika bisa bermutasi harga bisa tembus Rp 5 juta dan tak bermutasi (asli) kisaran Rp 150.000 perpot. Daun aglaonema bermutasi, misalnya warna dominan merah menjadi hijau, dominan kuning menjadi oranye, kuning menjadi hijau dan lain sebagainya.

Beberapa aglaonema koleksinya pun pernah terpilih menjadi juara kontes dan akan dibeli penggemar tanaman hias. Namun, ia masih senang untuk mengoleksi, bahkan sebagian di antaranya sudah menjadi indukan serta bisa diperbanyak. Jenis yang pernah juara kontes, misalnya snow white, siam paragon, hot lady dan kochin greg. Biasa juga ia bersama pecinta aglaonema di Sleman maupun DIY mengikuti kontes aglaonema di luar daerah.

Lalu apa saja kiat yang diterapkan untuk menjaga kesehatan tanaman yang biasa disebut ‘ratu daun’ ini? Ia menegaskan, salah satu kunci pentingnya yakni soal media tanam. Ia dibantu dua tenaganya mampu membuat media tanam sendiri, bahkan ada yang dijual. Campuran media tanam ala Krokot Nursery, antara lain ada daun angdam, kaliandra, cocopeat, pasir malang, sekam mentah dan sekam bakar. Ia tak mencampurkan pupuk kandang, sebab kalau salah takarannya malah dapat memicu busuk akar.

“Pupuk rutinnya kami menggunakan jenis pupuk yang sifatnya slow release. Pemupukan bisa setiap enam bulan sekali. Penyemprotan insektisida serta pestisida rata-rata sebulan sekali,” ungkap Agus.

Bapak dari tiga anak ini menambahkan, cara memperbanyak aglaonema yang diterapkan model potong batang. Ketika sudah muncul anakan-anakan atau tunas baru, lalu dipisah. Anakan aglaonema dengan jumlah daun rata-rata tiga helai sudah bisa dijualbelikan. Dalam waktu tak lama lagi, ia pun berharap bisa membuka lokasi kuliner ‘berhiaskan ‘ aneka jenis aglaonema. Artinya juga sembari makan, bisa mengenali aneka aglaonema dengan tampilan daun cantik menawan. (Yan)

 

Read previous post:
ALTERNATIF OLEH-OLEH LEBARAN – Batik Unik Motif Candi

BATIK, kain khas Indonesia yang sudah diakui oleh UNesCo tersebut kini memiliki beragam motif dan corak. Cara membuatnya juga beragam.

Close