ALTERNATIF OLEH-OLEH LEBARAN – Batik Unik Motif Candi

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H Ibu-ibu Desa Sambirejo sedang membuat batik lukis bermotif relief candi.
MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H
Ibu-ibu Desa Sambirejo sedang membuat batik lukis bermotif relief candi.

BATIK, kain khas Indonesia yang sudah diakui oleh UNesCo tersebut kini memiliki beragam motif dan corak. Cara membuatnya juga beragam. Tak heran banyak anak-anak maupun
remaja baik laki-laki maupun perempuan yang juga merasa bangga ketika memakai batik.

Keberadaan batik juga semakin banyak dan mudah dijumpai. Terutama di beberapa objek wisata. Mereka ingin menampilkan ciri khas wilayah atau objek wisata tersebut dari kain
maupun baju batik. Namun, pernahkan melihat batik motif relief candi? Jika belum.

Cobalah datang ke Dusun Gedang Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan Sleman. Disana ada kelompok ibu-ibu yang membuat batik jumput dan batik lukis dengan motif relief candi.
Relief candi sengaja di pilih sebagai motif batik, karena di sekitar Desa Sambirejo banyak terdapat bangunan candi. Salah satunya Candi Ijo yang dalam beberapa waktu
terakhir cukup banyak pengunjung. Saat ini ada tiga relief candi yang dijadikan motif utama. Penangkaran, Mutiara Wutah dan Mahkota.

“Total ada 12 relief yang bisa kita buat. Namun yang terbanyak tiga relief tersebut.  Relief kita gambar dalam kain maupun kaos lalu dilukis dengan kombinasi warna yang
menarik,” ujar Mujimin salah satu pengrajin batik celup.

Sebelumnya masyarakat mendapatkan pelatihan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Seni
dan Budaya Yogyakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan ternyata batik buatan mereka cukup banyak peminat.

Batik-batik ini mereka pasarnya di beberapa objek wisata. Salah satunya di Taman Tebing Breksi, yang memang lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka. Selain itu mereka juga
pernah ikut dalam pameran. Tak heran jika batik jumput maupun batik lukis kreasi warga Desa Sambirejo tersebut sudah sampai ke beberapa wilayah di seluruh Indonesia.

Untuk harganya beragam. Menyesuaikan dengan kain, mofit, jumlah warna serta tingkat kerumitan dalam membuat motif. Untuk kain ukuran 2 meter / 115 sentimeter berkisar
antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. “Kalau kaos juga antara Rp 70 ribu hingga Rp 120 ribu,” ungkapnya.

Batik ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh untuk keluarga maupun kerabat. Sebab tidak sekedar membeli barang saja. Namun juga bisa belajar dari relief yang dijadikan motif
dan secara tidak langsung sudah ikut melestarian kebudayaan bangsa. (Atiek Widyastuti
H)

Read previous post:
Tiap 20 Menit, 800 Kendaraan Masuk Sleman

SLEMAN (MERAPI) - Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman mencatat, tiap 20 menit terpantau ada 800 kendaraan melintas wilayah Kabupaten Sleman. Tepatnya

Close