HADAPI KEMAJUAN TEKNOLOGI – Industri Penyiaran Harus Inovatif

MERAPI-SAMENTO SIHONO Para pembicara seminar di Stikom Yogya
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Para pembicara seminar di Stikom Yogya

DEPOK (MERAPI) – Perkembangan teknologi penyiaran menuntut pelaku industri televisi dan radio untuk melakukan pengembangan strategi. Di antaranya dengan memberikan konten terbaik, informasi maupun berbagai program siaran inovatif. Hal itu disampaikan Sujarwanto Rahmat Arifin, Wakil Ketua KPI Pusat, dalam
Seminar bertajuk ‘Masa Depan Pers dan Penyiaran di Era Konvergensi Media dalam Perspektif Ilmu Komunikasi Ultramodern’ di Sekolah Tinggi Ilmu Komuniksi (Stikom) Yogya, Sabtu (9/6).

“Industri penyiaran ini akan menjadi bisnis yang kompetitif dimana fokusnya adalah menumbuhkan industri konten,” katanya.

Menurutnya banyak peluang karier yang bisa dimanfaatkan oleh anak muda di era digital saat ini. Ia menyontohkan beberapa artis yang menangkap peluang dengan memanfaatkan media sosial untuk memperoleh penghasilan uang. “Mereka mengupload video keseharian mereka melalui channel Youtube,” tandasnya.

Asmono Wikan, Direktur Eksekutif Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat dan CEO PT DASA Strategik Indonesia menerangkan persaingan media massa pada era digital kini kian sengit. Media cetak, elektronik, dan online saling menampilkan informasi teraktual dan mendalam untuk menarik perhatian publik.

“Akibat persaingan ini muncul anggapan persaingan itu akan mematikan media cetak karena gencarnya pemberitaan media online dan elektronik,” ujar Asmoro.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY Drs. Sihono HT, MSi
mengatakan, di tengah semakin berkembangnya demokrasi wartawan terus dituntut meningkatkan profesionalisme dan kemampuannya dalam upaya menyampaikan berita maupun informasi yang baik kepada masyarakat.

“Dengan memiliki kemampuan dan kompetensi jurnalistik yang lebih baik, menurut dia, akan menghasilkan karya-karya jurnalistik yang baik dan tidak melanggar norma-norma kemasyarakatan serta kode etik jurnalistik,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga dilauncing Prodi S1 Ilmu Komunikasi. Stikom Yogya saat ini memiliki 4 Program Studi, yakni S1 Ilmu Komunikasi, D3 Penyiaran/Broadcasting, D3 Periklanan/Advertising dan D3 Hubungan Masyarakat/Public Relations.
“Alhamdulillah hari ini kita berubah bentuk menaikkan tinggat level D3 jadi level S1. Kami berharap bisa memperkenalkan diri kepada masyarakat, stakeholder yang berhubungan dengan dunia komunikasi,” pungkas Ketua Stikom Yogyakarta, R Sumantri Raharjo. (Shn)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KPI GELAR MEDIA BRIEFING – Wujudkan Kesetaraan Gender

SLEMAN (MERAPI) - Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah DIY menggelar media briefing di Hotel Cakrakusuma Yogya, Jumat (8/6) sore. Kegiatan

Close