Meski Poin PSIM Minus, Persaingan Masih Terbuka

 

Jajaran manajemen dan pelatih PSIM foto bersama usai buka bersama. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)
Jajaran manajemen dan pelatih PSIM foto bersama usai buka bersama. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)

YOGYA (MERAPI) – Skuad PSIM Yogya mulai diliburkan dari aktivitas latihan sejak Minggu (10/6) dan kembali memulai latihan pada 21 Juni mendatang. Dengan libur latihan yang cukup panjang, para pemain PSIM diharapkan sudah siap untuk kembali berjuang demi bersaing bertahan di kompetisi Liga 2 musim depan.

 

Meski saat ini perolehan poin skuad Laskar Mataram masih minus 1, hal tersebut tak perlu menjadikan motivasi para pemain kendor. “Persaingan masih sangat terbuka. Ada tim yang nilainya masih 1 dan 2 poin saja. Bahkan juara grup saat ini juga baru mengumpulkan 11 poin, padahal sudah melakoni lima pertandingan. Ini artinya persaingannya masih ketat dan peluang kami untuk bersaing belum tertutup. Meski minus kami tak boleh ‘nglokro’,” tegas Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru saat acara buka bersama dengan para pemain, pelatih dan ofisial di salah satu rumah makan di Yogya, Sabtu (9/6).

 

Disebutkan Agung Damar, meski dirinya tidak selalu memantau proses latihan maupun pertandingan ujicoba selama bulan puasa, pihaknya mendapat laporan dari tim pelatih. “Manajer dan pelatih selalu komunikasi dengan saya. Mereka menyampaikan progres yang cukup baik. Ini menjadi semangat tim untuk menyambut laga selanjutnya setelah lebaran,” tuturnya.

 

Ketika libur lebaran, Agung Damar memberikan kebebasan kepada para pemainnya untuk mengkonsumsi makanan. ”Silakan kalau mau makan menu lebaran. Mau makan opor atau makanan lain, itu tak dilarang. Nikmati libur lebaran. Tapi ya nanti ketika kembali berlatih harus siap untuk digenjot latihan fisik bersama Pak Bagyo,” lanjutnya.

 

Disampaikan pria yang menjadi Ketua Komisi A DPRD Kota Yogya itu, apa yang sudah dilakukan oleh para pemain, pihaknya memberi apresiasi penuh. “Tidak mudah berjuang dengan kondisi seperti ini. Memulai kompetisi dengan nilai minus dan para pemain masih bisa berjuang meraih hasil maksimal. Juara grup saat ini saja sudah pernah kalah di kandang, sementara kami belum. Untuk itu, semangat para pemain ini berusaha kami jaga,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastowo mengungkapkan bahwa kiprah tim yang berdiri sejak 1929 itu saat ini bergantung pada pemain. “Kami berupaya agar pemain bisa terus berjuang demi menjaga PSIM agar bertahan di Liga 2 musim depan. Tanpa perjuangan keras para pemain, mustahil tim ini bertahan. Untuk itu, kami berusaha selalu menjaga komunikasi dengan pemain. Apa yang dibutuhkan kami usahakan untuk dipenuhi, meski dengan kondisi keterbatasan,” ungkapnya.

 

Persoalan finansial, memang tak dipungkiri masih menjadi salah satu kendala bagi PSIM. Tak terkecuali terkait sanksi dari FIFA yang mewajibkan PSIM harus membayarkan denda sebesar Rp 900 juta karena menunggak gaji 3 pemain asal Belanda pada musim 2012 lalu.

 

“Soal denda kami terus komunikasikan dengan PSSI, khususnya dengan Plt Ketua Umum dan Sekjen. Memang saat ini belum sepenuhnya kami lunasi. Tapi sudah kami bayar sebagian dan itu juga melalui kerjasama dengan pihak ketiga. Ini kan ‘dosa’ manajemen lama yang harus ditanggung manajemen saat ini. Jadi tak bisa dengan mudah kami menyelesaikannya,” beber Jarot. (Oro)

Read previous post:
FSI Jogja Berbagi Takjil

GONDOMANAN (MERAPI) - Anggota Forum Sales Indonesia (FSI) Chapter Jogja berbagi takjil nasi boks di depan Benteng Vredeburg, belum lama

Close