OPERASI BESAR-BESARAN SELAMA 2 HARI-Polisi Tangkap 17 Cah Klitih

MERAPI-SUKRO RIYADI Pelaku klitih diamankan setelah melemparkan botol.
MERAPI-SUKRO RIYADI
Pelaku klitih diamankan setelah melemparkan botol.

YOGYA (MERAPI)- Polda DIY melakukan operasi besar-besaran untuk menumpas teror cah klitih selama dua hari, yakni Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6). Hasilnya, polisi meringkus 17 cah klitih yang bikin onar di Bantul dan Kota Yogya. Dua di antaranya adalah cah klitih yang membacok mahasiswa UGM, Dwi Ramadhani Herlangga (26) hingga tewas.
Pada Sabtu pagi, operasi yang dilakukan Tim Progo Sakti Polda DIY berhasil menangkap dua orang cah klitih yang menewaskan korban Dwi Ramadhani, yakni Mw (16) warga Tegalrejo, Yogya dan Ad (19) warga Jetis, Yogya. “Pelaku sudah kami amankan dalam waktu 2×24 jam setelah kejadian. Saat ini mereka masih diperiksa penyidik,” kata Kapolresta Yogya AKBP Armaini kepada wartawan, Minggu (10/6).
Dikatakan Kapolresta, kedua pelaku memang sudah berencana mencari sasaran penyerangan untuk balas dendam. Sebab sebelumnya, mereka mengaku pernah jadi sasaran aksi klitih. Kemudian pada Kamis (7/6) dinihari, keduanya mencari sasaran di sekitar Jalan C Simanjutak Yogya.

Tanpa sengaja, di tengah jalan, pelaku mendapati sabit yang tergeletak di jalan. Sabit lalu diambil dan dibawa keliling-keliling mencari kelompok penyerang.
Sesampainya di Perempatan Terban, pelaku pelaku melihat korban yang membonceng temannya. Saat itu korban baru saja pulang membagikan makan sahur gratis. Mereka pun berpikir korban adalah pelaku yang pernah menyerangnya. Tanpa pikir panjang, pelaku langsung mengarahkan sabit ke pinggang korban. Setelah melukai korban, pelaku langsung kabur ke arah utara. Sedangkan korban dilarikan ke RSUP Sardjito Yogya.
Korban sempat mendapat perawatan medis secara intensif. Namun luka sajam mengenai organ vitalnya sehingga kondisinya terus menurun. Pukul 06.40 korban meninggal dunia. Hanya butuh dua hari bagi polisi untuk bisa mengidentifikasi kedua pelaku. Mereka dikenali berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian serta keterangan saksi. Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan empat bilah senjata tajam dan satu unit motor Honda Scoopy milik pelaku.

“Salah satu senjata tajam yang diamankan digunakan pelaku untuk membacok korban hingga menyebabkan tewas,” ujarnya.
Pada waktu yang hampir bersamaan, polisi juga meringkus 8 cah klitih yang menyerang pelajar bernama Alif Rakhan (16) yan di sebuah warung burjo Jalan Kapten Piere Tendean Wirobrajan Yogya. Tiga di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni Dz (17), Dm (19) dan Yg (19).
Aksi penyerangan itus sendiri terjadi pada Kamis (7/6). Korban awalnya tengah nongkrong di warung burjo bersama temannya. Dia kemudian didatangi 8 pelaku yang mengendarai motor. Tanpa lasan jelas, para pelaku menabrakkan motor ke arah korban, mengeroyok kemudian merampas HP miliknya.

Kemudian pada Minggu (10/6), operasi pemberantasan klitih yang digelar Polres Bantul dan Tim Progo Sakti Polda DIY berhasil menangkap 8 orang pelaku. Para pelaku secara brutal menyerang remaja Justin (16) di Jalan Plumbon Banguntapan Bantul, Sabtu (9/6) dinihari. “Para tersangka melempar botol ke arah korban tanpa alasan jelas dan mengenai mata kanan hingga banyak saraf yang putus,” ujar Kapolsek Banguntapan Kompol Suhadi SH MH.
Dia mengatakan, para pelaku yang ditangkap adalah Rc (17) warga Caturtunggal Depok Sleman, Aa (19) warga Babarsari Depok Sleman, Ok (17) warga Santan Maguwoharjo Depok Sleman, Cp (18) warga Jalan Tambakbayan Caturtunggal Depok Sleman, Hr (22) Kradon Maguwoharjo Depok Sleman, Av (17) Tambakbayan Caturtunggal Depok Sleman serta Da (16) warga Babarsari Depok Sleman.(Riz/Roy)

 

Read previous post:
KARTUN – 11 Juni 2018

Close