5 TERSANGKA DITANGKAP – Tenggak Miras Oplosan, 3 Warga Meninggal

 MERAPI-Zaini Arrosyid Para tersangka miras oplosan.
MERAPI-Zaini Arrosyid
Para tersangka miras oplosan.

TEMANGGUNG (MERAPI) – Tiga warga Temanggung meninggal usai menenggak minuman keras oplosan. pascakejadian itu, polisi menangkap lima orang sebagai peracik, penjual dan pemilik miras oplosan yang menewaskan ketiga korban, Jumat (8/6).

Korban tewas akibat oplosan maut itu adalah Ahmad Baskoro (27) warga Desa Mudal Kecamatan/Kabupaten Temanggung, Bimo Sakti (28) dan Arif Meilana (39) warga Lingkungan Kayogan Kelurahan Sidorejo, Kecamatan / Kabupaten Temanggung. Sedangkan Fgs alias Agil (17) warga Kayogan Sidorejo, Kecamatan / Kabupaten Temanggung yang ikut minum miras oplosan dalam keadaan segar bugar.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan mereka minum miras oplosan pada Rabu (6/6) malam sekitar pukul 20.00 di rumah Arif Meilana. Ahmad meninggal dunia di lokasi minum beberapa jam setelah minum, Arif meninggal pukul 01.30 WIB Jumat (8/6) dalam perawatan di RSUD Temanggung, dan Bimo meninggal pukul 06.30 WIB juga dalam perawatan di RSUD Temanggung.

“Beberapa jam sebelum meninggal dunia, keduanya sudah menyampaikan kronologis kejadian. Agil yang kini sehat menguatkan keterangan temannya itu,” katanya, Jumat (8/6).

Dia mengatakan dari keterangan korban, polisi menangkap penjual, pembuat dan pemilik miras oplosan. Mereka yakni pedagang miras oplosan Imm (32) warga Jalan Mujahidin Kelurahan Giyanti Kecamatan Temanggung, pemilik miras oplosan Edr (50) dan Sr (47) warga Dusun Genting Desa Gentingsari Kecamatan Bansari, peracik miras oplosan War (45) dan Ek (47) warga Desa Menggoro Kecamatan Tembarak.

Dia mengatakan Edr dan Sr meminta pada War dan Ek untuk membuat ciu, dengan bahan-bahan yang telah ditentukan. Pada proses pembuatan itu ditambahkan spiritus murni. Mereka membuat dua jenis ciu yakni warna gelap yang dicampuri gula merah dan warna putih dicampuri gula pasir. Setelah ciu jadi, War dan Ek menjualnya pada Imm dengan harga satu botol Rp 10.000 dan dijual pada konsumen Rp 20.000 per botol.

“Selama dua minggu beroperasi ada 25 botol yang diproduksi, enam botol dibeli dan dikonsumsi para korban. Sedang 19 botol berhasil diamankan untuk dijadikan barang bukti kejahatan,” katanya.

Dikemukakan petugas menyita puluhan botol miras berbagai merek, ciu, sisa miras oplosan yang belum dijual dan peralatan pembuatan miras oplosan serta uang tunai.

Kapolres mengatakan keberhasilannya membongkar jaringan miras oplosan dari penjual, peracik atau industri ciu sampai penyandang dananya, diharapkan mampu mencegah korban yang lebih banyak. “Miras oplosan ini sangat berbahaya. Kami akan tingkatkan operasi siapa tahu masih ada lagi industri seperti ini,” katanya.

Dikatakan tersangka dijerat pasal primer 204 ayat (1,2) KUHP Jo Pasal 55 KUHP Subsider 146 ayat 2 huruf b Jo pasal 140 UU No 18 th 2012 tentang Pangan dan Pasal 55 KUHP. “Merek terancam pidana maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Fgs alias Agil (17) mengatakan atas inisiatif sendiri datang ke rumah Arif. Di sana telah ada dua teman lainnya. Usai minum oplosan warna putih lalu pergi hingga kemudian dikabari Ahmad meninggal dunia. ” Saya datang ke tempat minum lalu membawa Arif dan Bimo ke rumah sakit. Mereka kesakitan. Beruntung saya masih hidup. Saya kapok minum miras opolosan,” katanya. (Osy)

 

Read previous post:
Jalur Utama Sukoharjo Siap Dilintasi Pemudik

SUKOHARJO (MERAPI) - Kondisi jalan baik jalur utama maupun alternatif disemua wilayah di Sukoharjo siap dipakai mudik Lebaran. Perbaikan telah

Close