Belum Ada Temuan Pelanggaran Pembayaran THR

SUKOHARJO (MERAPI) – Belum ada temuan pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) terhadap pekerja di Sukoharjo. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo sudah memastikannya dengan melakukan pengecekan langsung ke semua tempat usaha bersama serikat pekerja dan pengusaha. Meski belum ada temuan namun pekerja dipersilahkan melapor ke petugas dan akan ditindaklanjuti.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan, Jumat (8/6) mengatakan, pengecekan bersama pembayaran THR sudah dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel perusahaan diberbagai wilayah di Sukoharjo. Petugas mendatangi langsung tempat usaha dan menanyakan tentang pembayaran THR kepada pekerja dan pengusaha. Hasilnya belum ada temuan pelanggaran dan THR sudah dibayarkan.

Beberapa sampel tempat usaha yang didatangi petugas Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja berada di wilayah Kecamatan Grogol, Sukoharjo Kota, Nguter dan Kartasura. Pengecekan dilakukan secara mendadak untuk mengetahui hasil agar valid.

“Sudah benar benar dicek langsung dan dipastikan pekerja sudah mendapatkan pembayaran THR,” ujar Zunan.

Teknis pembayaran diserahkan ke masing masing ke para pelaku usaha kepada para pekerjanya. Namun secara garis besar dilaksanakan paling lambat 7 hari sebelum Lebaran.

Meski belum ada temuan namun Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo tetap membuka posko pengaduan. Pekerja dipersilahkan melapor ke petugas apabila belum mendapat pembayaran THR dari tempat usahanya. Petugas akan langsung memberikan tindaklanjut dengan pengecekan ulang ke tempat usaha yang dimaksud.

“Apabila memang ada tempat usaha yang belum ada tidak membayarkan THR maka akan mendapatkan sanksi,” lanjutnya.

Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo Sukarno mengatakan, memang belum ada temuan namun SPRI Sukoharjo meminta agar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo tetap melakukan pemantauan sampai akhir menjelang Lebaran. Termasuk juga setelah Lebaran untuk memastikan semua pekerja sudah menerima pembayaran THR.

“Kerawanan muncul pada pekerja baru, pekerja kontrak dan pekerja dalam kondisi tertentu seperti sakit parah. Sedangkan dilihat dari usaha kerawanan terjadi pada tempat usaha skala kecil karena belum tentu pemilik usaha membayarkan THR penuh atau tidak sama sekali karena terkendala keuangan,” ujarnya.

SPRI Sukoharjo meminta pada para pekerja untuk jujur dengan melaporkan ke petugas apabila menjadi korban pelanggaran dimana hak THR belum dibayar oleh tempatnya bekerja. “Silahkan laporkan dan adukan ke dinas atau serikat pekerja apabila pekerja belum mendapatkan pembayaran THR,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Hindari Kemacetan, Bus Wajib Masuk Terminal

SUKOHARJO (MERAPI) - Semua bus mudik Lebaran wajib masuk ke dalam terminal untuk menaikan dan menurunkan penumpang. Mereka dilarang melakukan

Close