KASUS CAH KLITIH TEWASKAN MAHASISWA-Polisi Berusaha Keras Cari Pelaku

YOGYA (MERAPI)-  Polisi masih menyelidiki pelaku pembacokan di simpang empat Jalan C Simanjuntak Yogya yang menewaskan mahasiswa UGM Dwi Ramadhani Herlangga (26), warga Pandurungan, Semarang. Sejauh ini, empat saksi mata telah diperiksa terkait kejadian tersebut. Polda DIY bahkan akan bekerja keras mencari pelaku demi meningkatkan rasa aman di masyarakat.
Kapolsek Gondokusuman Yogya Kompol Solichul Ansor kepada wartawan, Jumat (8/6) mengatakan, empat saksi yang diperiksa mengaku tidak mengetahui saat korban dibacok. Posisi mereka berada di depan korban pada saat kejadian. Sedangkan korban berada paling belakang dan membonceng.
“Diduga pelaku berjalan searah dengan korban. Namun apakah korban sudah dikuntit dari jauh atau tidak kami belum dapat memastikan,” kata Solichul.

Kapolsek juga mengatakan, teka-teki motif pengiayaan berat atau klitih ini belum diketahui. Namun berdasar keterangan saksi, mereka tidak kenal dengan pelaku atau memiliki masalah sebelumnya.
“Penyerangan itu sudah direncanakan atau belum, kami belum tahu. Kami masih menyelidikinya,” papar Kompol Solichul Ansor.
Sementara itu Polda DIY akan melakukan koordinasi dengan Polresta Yogyakarta guna mengungkap kasus pembacokan yang memakan korban jiwa ini. Dengan maraknya tindakan kekerasan beberapa hari ini, Polda DIY mengimbau masyarakat untuk tidak perlu resah dan khawatir. Hal itu dikarenakan pihak Kepolisian akan meningkatkan patroli untuk mencegah terjadinya kasus serupa.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto menjelaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait yang menaungi wilayah hukum sesuai dengan lokasi kejadian tersebut.
“Polresta dibackup Polda DIY, kita sedang berusaha keras mengungkap tindak pidana ini,” kata Yulianto.
Yulianto menambahkan, untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya akan terus melakukan patroli secara intensif ke berbagai titik yang dirasa kerap terjadi tindak kejahatan jalanan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
Selain itu, Yulianto juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir jika pergi ke luar rumah. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, termasuk tidak keluar malam atau berpergian sendirian jika tidak mendesak.

“Patroli tentu kita akan digiatkan, petugas juga tidak boleh kendor dalam melaksanakan patroli. Yang jelas, masyarakat tidak perlu resah yang berlebihan, dan tetap waspada dengan sekelilingnya,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwi Ramadhani Herlangga (26) warga Jalan Kelapa Sawit, Plamongansari, Pandurungan, Semarang tewas dibacok cah klitih di simpang empat Terban, Jalan C Simanjuntak Gondokusuman Yogya, Kamis (7/6) pagi. Korban diserang pelaku menggunakan clurit usai membagikan makan sahur gratis untuk warga tak mampu. (Riz/Shn)

Read previous post:
BERKAH RAMADAN DAN JELANG LEBARAN – Sangkar Ocehan dan Merpati Laris

SALAH satu usaha rumahan terkait jagat hobi yang cukup menjanjikan untung, yakni membuat sangkar burung berkicau atau ocehan dan merpati.

Close