DUKUNG YOGYA SMART CITY-OPD Pemkot Teken Komitmen

Penandatanganan komitmen JSS.
Penandatanganan komitmen JSS.

UMBULHARJO (MERAPI) – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Yogyakarta diminta mendukung realisasi layanan terpadu Jogja Smart Service (JSS). Sebagai buktinya, kepala OPD melakukan penandatanganan komitmen melaksanakan prinsip kerja kota pintar (smart city) yang merupakan salah satu upaya Yogya menuju 100 Smart City.

“Smart city bukan program pencitraan. Tapi program yang harus dilaksanakan agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami harap semua berkomitmen untuk mewujudkan sepenuhnya smart city,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, dalam penandatangan komitmen prinsip kerja smart city, di Balaikota, Selasa (5/6).

Dia menjelaskan JSS merupakan layaan-layanan publik di Pemkot Yogyakarta yang sudah ada selama ini dikemas lebih baik berbasis teknologi informasi dan terpadu. Oleh sebab itu semua sistem informasi manajemen (SIM) di semua OPD perlu diintegrasikan untuk mendukung layanan JSS itu. Menurutnya dalam mewujudkan smart city tidak sebatas menggunakan teknologi informasi.

Dia mencontohkan pada penggunana telepon seluler tidak sebatas untuk komunikasi melalui telepon, SMS maupun aplikasi pesan lainnya. Namun bagaimana memaksimalkan konten di dalam telepon seluler untuk manfaat lainnya.

“Mindset smart city harus kita perbaiki dulu. Tidak sekadar memindahkan di komputer, agar apa yang dikerjakan benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad menambahkan JSS merupakan salah satu upaya mendukung Yogya menuju 100 kota smart city. Latar belakang kota pintar adalah bagaimana kota dikelola secara cerdas dengan mempertimbangkan sumber daya dan dampak ke pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Dari segi sarana Pemkot Yogyakarta sudah didukung dengan jaraingan nirkabel dan ketersediaan server. “Saat ini tahapannya berproses membangun semua konektivas dan akses pelayanan pemerintah ke masyarakat. Semua OPD dan unit kerja harus bisa memahami tuntutan pelayanan memasuki era teknologi informasi,” ujar Edy. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PIALA RAMADAN PSSI SLEMAN 2018 – Peringkat 3 Milik KKK

  SLEMAN (MERAPI) - KKK Klajuran sukses merebut peringkat tiga Piala Ramadan PSSI Sleman 2018 usai mengalahkan Persada Indonesia Muda

Close