MINIM SAKSI PEMBUNUHAN MAHASISWA-Polisi Telusuri Rekaman CCTV di Sekitar Terban

GONDOKUSUMAN (MERAPI)- Polisi masih mengembangkan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku pembacokan yang menewaskan mahasiswa UGM, Dwi Ramadhani Herlangga (26). Namun polisi mengalami sedikit kesulitan karena minimnya saksi di lokasi, termasuk rekaman kamera CCTV yang mati.
Kapolsek Gondokusuman Kompol Solichul Ansor kepada wartawan, Kamis (7/6) mengatakan, polisi tengah mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui ciri pelaku. Namun, saat mengecek CCTV di Perempatan Terban, kondisinya mati. Dijelaskan Solichul, saat ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dishub Kota Yogya. Sebab seharusnya, rekaman CCTV di TKP dapat menjadi petunjuk untuk mengungkap kasus ini.
“Kami sedang mencari rekaman CCTV lain di sekitar lokasi kejadian. Semoga segera terungkap,” imbuh Kompol Solichul Ansor.
Dikonfirmasi terpisah, Dinas Perhubungan (Dishub) Yogyakarta memastikan kamera CCTV yang terpasang di simpang empat Terban tidak mati. Namun terkendala koneksi jaringann wifii yang tidak stabil sehingga tidak bisa memantau setiap saat kejadian di lokasi itu. Termasuk kejadian klitih yang menimbulkan korban meninggal dunia Kamis (7/6) dini hari.
“Kamera CCTV bukan dalam posisi mati. Tapi karena konektivitasnya memakai jaringn wifii kadang ada permasalahan di koneksi. Kadang konek dan kadang tidak,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta, Golkari Made Yulianto, kepada <I>Merapi<P>, Kamis (7/6).

Dia menyatakan kamera CCTV di simpat empat Terban milik Dishub Kota Yogyakarta itu tidak memantau dan merekam kejadian klitih pada Kamis (7/6) dini hari di lokasi itu. Dia menjelaskan posisi kamera CCTV dipasang di lengan timur selatan simpang empat Terban. Posisi terakhir kameran CCTV dihadapkan ke arah timur karena untuk memantau kondisi lalu lintas yang diterapkan ujicoba 3 lajur ke barat dan 1 lajur ke timur.
“Kamera CCTV Dishub tidak merekam kejadian itu (klitih). Kalau saat kejadian wifii tidak konek, berati kamera CCTV tidak merekam. Bisa juga ada koneksi dan kamera merekam tapi posisi kamera tidak menghadap pada lokasi kejadian itu,” terangnya.

Ditambahkan jaringan wifii kamera CCTV di simpang empat Terban tidak stabil karena lokasi itu cukup jauh dari ruang kontrol Kantor Dishub. Ke depan pihaknya berencana mengganti jaringan wifi kamera CCTV dengan kabel fiber optik agar optimal.
Seperti diketahui, seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwi Ramadhani Herlangga (26) warga Jalan Kelapa Sawit, Plamongansari, Pandurungan, Semarang tewas dibacok cah klitih di simpang empat Terban, Jalan C Simanjuntak Gondokusuman Yogya, Kamis (7/6) pagi. Korban diserang pelaku menggunakan clurit usai membagikan makan sahur gratis untuk warga tak mampu. (Riz/Tri)

Read previous post:
Pengayuh Becak Terima Santunan Lebaran

WATES (MERAPI) - Ratusan tukang becak yang biasa melayani penumpang di seputaran Wates kota, mendapat santunan dari Pemkab Kulonprogo, Kamis

Close