LEWAT INSTAGRAM- Beli Tembakau Gorila, 3 Pemuda Ditangkap

 

Petugas menunjukkan barang bukti tembakau gorila. (Merapi-Samento Sihono)
Petugas menunjukkan barang bukti tembakau gorila. (Merapi-Samento Sihono)

SLEMAN (MERAPI)– Tiga orang pemuda tanggung ditangkap aparat Kepolisian Polres Sleman karena mengedarkan tembakau gorila. Dari tangan ketiganya polisi berhasil menyita barang bukti satu bungkus rokok berisi 17 linting tembakau gorila.

Ketiga pemuda yang berhasil diamankan yakni AR (23) warga Lempongsari Ngaglik Sleman, MR (25) warga Gowongan Jetis Yogya, dan AP (19) warga Tegalrejo Yogya. Saat ini ketiga pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolres Sleman.

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Toni Priyanto menjelaskan, ketiga pelaku ini ditangkap di tempat berbeda, AR ditangkap di rumahnya, sementara AP dan MR ditangkap di Jalan Kaliurang. Dalam menjalankan bisnis ini pelaku ini mempunyai peran masing-masing.

MR bertugas memesan lewat media sosial instagram, setelah barang dikirim AP kemudian mengambil sesuai tempat yang ditentukan. Sedangkan AR berperan sebagai orang yang memecah menjadi lintingan kecil dan mengajak makai.

“Mereka mendapatkan tembakau gorila dengan cara membelinya lewat media sosial,” beber Toni, Kamis (7/6).

Toni mengatakan tembakau gorila seberat 2 gram ini dibeli oleh pelaku dengan harga Rp 400 ribu secara patungan. Selanjutnya paket tersebut dipecah menjadi 17 lintingan dan dijual kembali dengan harga Rp 250 ribu per linting.

“Pelaku ini memesan tembakau gorila dari seorang bandar berinisial Mr X. Kini bandar tersebut tengah kita buru,” tandasnya.

Perburuan terhadap Mr X dilakukan untuk mengungkap jaringan peredaran tembakau gorila di Jawa Tengah (Jateng). “Kami berharap pelaku lainnya bisa segera ditangkap agar tahu otak di balik peredaran narkoba yang satu ini,” katanya.

Toni menduga daun-daun tembakau gorila tersebut diedarkan melalui jasa ekspedisi darat. Maraknya peredaran tembakau gorila juga disebabkan masyarakat belum tahu jika tembakau jenis ini masuk kategori narkotika.

“Akibat perbuatannya pelaku kita jerat dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda hingga Rp 800 juta,” pungkasnya. (Shn)

 

Read previous post:
GEDUNG TAMAN PENDIDIKAN ALQURAN – Digunakan dari Anak-anak Sampai Lansia

SEKITAR 11 tahun lalu, Taman Kanak Alquran-Taman Pendidikan Alquran (TKA-TPA) Nur Jannah menempati serambi masjid di pedukuhan Godean IV Sidoagung

Close